duniaekspress.com, 3 Maret 2019. Hai’ah Tahrir Syam (HTS) mengeksekusi 10 tawanan mereka yang terkait gang Baghdadi (ISIS) di depan restoran “Fusion” Idlib pada sabtu (2/3).  Ini adalah bentuk balasan dari HTS atas penembakan dan pemboman yang dilakukan sel tidur ISIS terhadap tokoh-tokoh HTS yang melakukan pertemuan di restoran tersebut pada sehari sebelumnya (jum’at 1/3).

Menurut Observatorium Hak Asasi untuk Suriah (SOHR), kejadian pemboman restoran itu menewaskan 8 orang dan melukai 22 orang. 5 diantara yang tewas adalah pejuang asing (muhajirun), tidak diketahui kewarganegaraan yang tewas tersebut.

IS telah kehilangan hampir seluruh wilayahnya oleh tentara rezim Suriah, yang didukung oleh Rusia, Iran dan milisi syiah, dan juga oleh kelompok Kurdi di utara Suriah yang didukung oleh Amerika Serikat.

Ebaa news mengutip Anis al-Shami, seorang pejabat keamanan dari HTS, mengatakan bahwa eksekusi “hari ini di tempat kejadian adalah hukuman yang adil yang dapat menghalangi mereka dan membangunkan mereka dari kebodohan mereka”.

Orasi petugas keamanan HTS bernama Abu Turob Al Syami sebelum eksekusi

Media ebaa menerbitkan gambar-gambar yang memperlihatkan orang-orang bersenjata bertopeng mengenakan seragam menembakkan pistol ke kepala 10 pria berjanggut yang duduk di depan mereka di trotoar.

HTS adalah kelompok pejuang yang utama di barat laut Suriah, dengan kehadiran kekuatan persenjataan yang besar di seluruh Idlib, termasuk di sepanjang perbatasan Turki. Idlib merupakan wilayah Suriah yang masih di luar kendali pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.
Idlib dilindungi dari serangan besar-besaran pemerintah sejak September oleh kesepakatan zona penyangga (zona de-militerisasi) yang disetujui oleh Turki dengan sekutu Damaskus, Rusia.

(AZ dari MEE)

Baca juga,

PEMBOM BUNUH DIRI SASAR RESTORAN TEMPAT PERTEMUAN TOKOH HTS