Duniaekspress.com (6/3/2019)- Pihak berwenang Pakistan mengatakan mereka telah menahan 44 anggota berbagai kelompok bersenjata, termasuk kerabat kepala Jaish-e-Muhammad (JeM) Masood Azhar, pria yang berada di pusat krisis yang sedang berlangsung dengan negara tetangga India.

“Mereka yang ditangkap akan ditahan setidaknya selama 14 hari, dan jika bukti lebih lanjut ditemukan terhadap mereka, mereka akan dituntut,” kata Sekretaris Dalam Negeri Azam Suleman Khan, seperti yang dikutip Al Jazeera, Rabu (6/3/2019).

“Para tahanan termasuk Abdul Rauf, saudara laki-laki Azhar, dan Hammad Azhar, putra kepala JeM,” tambah Khan.

Kedua nama itu termasuk di antara beberapa tersangka yang perinciannya dimasukkan oleh India dalam dokumen baru-baru ini yang diserahkan ke Pakistan menyusul serangan bulan lalu di Kashmir yang dikelola India yang menewaskan 42 personel pasukan keamanan India dan memicu ketegangan antara kedua negara tetangga yang bersenjatakan nuklir.

Baca Juga:

PAKISTAN TEMBAK JATUH DUA JET INDIA, PILOTNYA DITANGKAP

SELAYANG PANDANG MUJAHIDIN JAISH-E-MUHAMMAD SAYAP APILIASI AL-QAIDAH YANG BEROPERASI DI KASHMIR

India menuduh Pakistan atas serangan itu, dan terus melakukan serangan udara di wilayah Pakistan. Pakistan membalas dengan meluncurkan serangan udara sendiri, menembak jatuh sebuah jet tempur India dalam prosesnya.

Pilot jet itu dikembalikan pada hari Sabtu, tetapi ketegangan tetap tinggi – pada hari Selasa, angkatan laut Pakistan mengatakan berhasil menggagalkan upaya kapal selam India untuk memasuki perairan Pakistan.

Dalam konferensi pers hari Selasa, Khan menuduh bahwa dokumen India, yang dibagikan dengan Pakistan pada hari Kamis, kekurangan bukti yang dapat dituntut.

“Ada beberapa hal yang disebutkan dalam dokumen India, tetapi mereka tidak memberikan bukti,” katanya. “Sampai mereka memberi kami bukti, kami telah memasukan beberapa orang ke dalam tahanan dan kami akan menyelidikinya.”

Dia menegaskan bahwa operasi hari Selasa ditujukan terhadap semua kelompok bersenjata yang beroperasi di tanah Pakistan, sebuah kiasan bahwa pihak berwenang tidak hanya menargetkan JeM, yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan Pulwama.

Dalam beberapa hari terakhir, Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa telah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan Pakistan untuk berurusan dengan kelompok-kelompok bersenjata, tetapi Shahryar Afridi, menteri negara dalam negeri, menegaskan bahwa Islamabad tidak di bawah tekanan asing untuk melakukan penangkapan.

“Ini keputusan Pakistan,” katanya, duduk bersama Khan. “Ini adalah masa depan kita sendiri dan inisiatif kita sendiri. Kita tidak melakukan ini di bawah tekanan.” tegasnya.