Duniaekspress.com (6/3/2019)- Sejumlah personil dinas intelijen angkatan udara rezim Suriah dan anggota militer Rusia dikabarkan tewas akibat serangan mendadak dari kelompok bersenjata yang belum diketahui di kota Aleppo.

Menurut sumber-sumber setempat, sejumlah orang bersenjata tak dikenal melancarkan serangan dengan menggunakan senjata ringan terhadap personil pasukan gabungan intelijen rezim dan pasukan Rusia di daerah Sheikh Najjar, Aleppo, pada hari Senin (4/3).

Baca Juga:

MUJAHID SURIAH TERUS LAKUKAN PERLAWANAN

Polisi Rusia menarik diri segera setelah insiden itu di bawah perlindungan udara dari helikopter rezim Suriah, sementara yang terakhir mendorong bala bantuan militer ke daerah tersebut.

Menurut sumber-sumber itu, empat personel angkatan udara tewas, dan dua polisi militer Rusia terluka dalam serangan di dekat persimpangan Talat Al-Sheikh di timur Aleppo.

Sementara itu pejuang Hayat Tahrir al-Sham kembali melancarkan serangan secara mendadak terhadap barak tentara pasukan rezim Bashar al Assad di provinsi pesisir Latakia, serangan tersebut menewaskan belasan tentara rezim.

Baca Juga:

MENYERAH, RATUSAN ISIS TINGGALKAN BAGHOUZ

Sebelumnya, mujahidin Suriah menyerang pasukan rezim di provinsi Hama yang menewaskan 21 pasukan rezim di dekat zona penyangga yang direncanakan di sekitar wilayah yang dikuasai pejuang oposisi di Idlib.

“Saat fajar, 21 pejuang dari pasukan rezim atau milisi sekutu tewas dalam serangan oleh mujahidin Anshar Tauhid,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR).
“Lima jihadis juga tewas,” kata Rami Abdel-Rahman, direktur kelompok yang berbasis di Inggris tersebut.

Anshar Tauhid memiliki hubungan dengan kelompok Hurrassudien, yang juga aktif di daerah tersebut. Keduanya dianggap sebagai afiliasi Al-Qaeda di Suriah.

Rami mengatakan serangan tersebut adalah salah satu dari jumlah korban tertinggi yang menimpa tentara rezim sejak perjanjian Putin-Erdogan. [fan/DBS]