Klarifikasi Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi atas tuduhan mengkafirkan Syaikh Abdullah Azzam

Duniaekspress.com (8/3/2019). Abu Muhammad Al-Maqdisi, seorang dai salafi jihadi yang menetap di Yordania, memberikan keterangannya seputar polemik pengafiran Syaikh Abdullah Azzam. Abdullah Azzam merupakan tokoh penggerak jihad Afghanistan saat melawan Uni Soviet di era 80-90an yang disegani di kalangan pergerakan Islam.

Al-Maqdisi diisukan mengafirkan Syaikh Abdullah Azzam dalam beberapa artikelnya. Menanggapi rumor dan polemik hangat tersebut, Al-Maqdisi menuliskan klarifikasinya yang dimuat lengkap di situs jihadology, situs Barat yang mencermati perkembangan Islam dan jihadis. Berikut terjemahan lengkap syaikh Al-Maqdisi yang dimuat di situs tersebut:

Ungkapan mengenai pendapat saya tentang Dr. Abdullah Azzam, -semoga Allah menerima beliau- setelah banyaknya hiruk pikuk mengenai hal tersebut, dan dikaitkan kepada saya lewat kata-kata yang tidak pernah saya ucapkan.

Perlu saya konfirmasikan terlebih dahulu bahwa saya tidak mengkafirkan beliau, dan saya bersaksi bahwa beliau al-Fadhil al-Mujahid al-Bashir, Dr. Ahmad al-Jazairi -rahimahullah- dalam kondisi beliau saat ini (masih hidup atau sudah meninggal), tidak pernah mengkafirkan Dr. Abdullah Azzam.

Yang mengherankan adalah ada orang-orang yang melihat dalam beberapa tulisan saya mengenai pendapat saya (tentang kafirnya) Dr. Abdullah Azzam (semoga Allah menerima beliau), ketika saya menyebut beliau dalam tulisan-tulisan saya.

Orang-orang seperti inilah yang memerlukan kata-kata baru yang perlu saya jelaskan dengan gamblang.

Syaikh Abdullah azzam rahimahullah

Apapun yang saya katakan mengenai Dr. Abdullah Azzam dalam tulisan-tulisan saya, adalah dalam rangka untuk menasehati para Mujahidin dan memperbaiki Jihad mereka. Saya juga bermaksud untuk menjelaskan tentang kerusakan / keburukan yang besar, yang dihadapi oleh Jihad saat ini, dengan menyebutkan kisah dari orang-orang seperti Sayyaf, Rabbani, dan Mas’ud; dan ini adalah kewajiban bagi siapapun yang mau mengambil nasihat bagi para Mujahidin dan Jihad mereka, supaya kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi tidak terulang.

Juga agar supaya para pencuri tidak dapat mencuri buah dari Jihad itu sendiri, yaitu mereka para pedagang perang yang menggunakan proyek-proyek jahat mereka (untuk mencari keuntungan) di atas tengkorak para Syuhada… Terutama setelah orang-orang melihat kondisi negara di bawah Sayyaf, Rabbani, dan orang-orang yang serupa dengan mereka berdua; orang-orang juga telah melihat bagaimana mereka bekerja sama dengan Amerika untuk melawan Taliban…

Maka kesaksian semacam ini wajib bagi siapapun yang bersungguh-sungguh untuk berjihad dan menjadi Mujahid; dan orang-orang yang menutup-nutupinya adalah orang yang berdosa hatinya.

Ungkapan mengenai pendapat saya ini tidak mengkafirkan Dr. Abdullah Azzam sama sekali.

Akan tetapi pendapat saya ini hanyalah ungkapan mengenai kesalahan-kesalahan yang beliau lakukan dalam perkara-perkara yang sudah terkenal di antara orang-orang yang hidup pada masa beliau, dan melihat hasilnya. Dr. Abdullah Azzam -semoga Allah menerima beliau- bukanlah orang yang ma’shum; Maka janganlah melebih-lebihkan penjabaran saya mengenai beberapa kesalahan yang pernah beliau lakukan dalam beberapa perkara, yang faedahnya kemudian nampak setelahnya.

Namun demikian, kita juga tidak boleh meremehkan segala kebaikan yang beliau miliki, ataupun jihad beliau. Cukuplah disebut kebaikan ketika beliau keluar dari zona nyaman beliau (sewaktu menjadi Ikhwanul Muslimin) menuju medan Jihad; dan beliau adalah salah satu pengobar semangat dalam Jihad Afghanistan.

Bahkan beliau diwafatkan dalam kondisi yang diimpikan oleh setiap Mujahid; dan telah dilapangkan bagi beliau apa yang sudah berlalu.

Maka pada saat ini, tidaklah ada kata yang pantas kita ucapkan kecuali: Semoga Allah menerima beliau.

As-Syaikh Abu Muhammad al-Maqdisi

sumber :   Jihadology

 

Baca juga, SYAIKH AL-MAQDISY MENEGASKAN ISIS/IS TELAH MENYIMPANG DARI JALAN KEBENARAN