Duniaekspress.com (8/3/2019)- Media Palestina melaporkan, pasukan Israel telah menahan setidaknya 13 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki selama razia yang dilakukan pada Kamis Subuh disejumlah tempat.

Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) mengatakan bahwa pasukan Israel menahan dua warga Palestina di distrik Hebron di Tepi Barat selatan.

Mereka diidentifikasi sebagai Ashraf Salah al-Badarin dan Ahmad al-Badarin.

Baca Juga:

SERANGAN MORTIR GUNCANG PERTEMUAN POLITIK DI KABUL

KLARIFIKASI SYAIKH ABU MUHAMMAD AL-MAQDISI ATAS TUDUHAN MENGKAFIRKAN SYAIKH ABDULLAH AZZAM

Di kamp pengungsi Dheisheh, di distrik selatan Tepi Barat, Betlehem, dua warga Palestina lainnya ditahan.

Mereka diidentifikasi sebagai Amar Qawar dan Muhammad Raed Shamroukh. Setelah penangkapan tersebut, bentrokan terjadi antara pasukan Israel dan Palestina, di mana tentara Israel menembakkan amunisi langsung dan bom gas air mata di seluruh kamp pengungsi.

Seorang bayi Palestina berusia 40 hari menderita sesak napas gas air mata dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan medis yang diperlukan.

Di distrik pusat Tepi Barat Yerusalem, tiga warga Palestina ditahan.

Masyarakat Tahanan Palestian mengidentifikasi mereka sebagai Kareem Hassan Shamasna, Muhammad Ahmad Faqiya, dan Ahmadf Ziyad Shamasna.

Di distrik Ramallah di Tepi Barat pusat, seorang warga Palestina ditahan dan diidentifikasi sebagai Majdi Shawqi Mansour.

Di distrik Jenin Tepi Barat utara, pasukan Israel menahan lima warga Palestina.

PPS mengidentifikasi mereka sebagai Khaled Abed Jaradat, Rafat Tayseer Abu Hamad, Madi Samih al-Kilani, Ihab Jamil Salameh, dan Wisam Iyad Hanoun.

Menurut kelompok hak asasi tahanan Addameer, ada 5.440 tahanan Palestina ditahan di penjara-penjara Israel.