Duniaekspress.com (8/3/2019)- Ledakan mengguncang sebuah pertemuan politik yang dihadiri para elit dan petinggi pemerintahan Afghanistan di Kabul, pada hari Kamis (7/3/2019). Akibatnya, acara itu dibatalkan secara tiba-tiba dan membuat para tamu melarikan diri.

Seorang pejabat yang menghadiri upacara itu, yang tidak bersedia namanya disebutkan, mengatakan kepada The Associated Press bahwa tujuh orang tewas dan 10 lainnya luka-luka.

“Tetap tenang, area ledakan itu jauh dari kita,” kata mantan ketua majelis rendah Mohammad Younus Qanooni di acara tersebut, seperti dilaporkan AFP, Kamis (7/3/2019).

Baca Juga:

DIAM-DIAM SAUDI GELAR SIDANG IN ABSENTIA SHAIKH AL-AUDAH

KLARIFIKASI SYAIKH ABU MUHAMMAD AL-MAQDISI ATAS TUDUHAN MENGKAFIRKAN SYAIKH ABDULLAH AZZAM

Namun beberapa saat setelah pengumuman, ledakan lain terdengar kembali dan membuat orang-orang berlarian keluar.

Sumber lain di kementerian dalam negeri mengatakan kepada media setempat bahwa sumber ledakan berasal dari seseorang yang menembakkan mortir dari sebuah rumah di Distrik 18 Kabul.

Ledakan itu terjadi saat berlangsungnya upacara untuk menandai 24 tahun kematian pemimpin Syiah Hazara Abdul Ali Mazari yang dihadiri banyak elit politik negara itu, termasuk Abdullah dan mantan Presiden Hamid Karzai.

Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu dan tidak ada korban yang dilaporkan.

Serangan besar terakhir di Kabul terjadi pada Januari ketika Thaliban mengklaim bertanggung jawab atas sebuah bom mobil yang menabrak kompleks asing Green Village yang dijaga ketat.

Para analis telah memperingatkan bahwa Taliban kemungkinan akan meningkatkan serangan dalam beberapa bulan mendatang. [fan/dbs]