duniaekspress.com, 9 Maret 2019. Jurnalis duniaekspress mendapatkan sebuah informasi dari channel pendukung khilafah IS (dulunya ISIS)  berdasarkan chat seorang tentara (junud)  daulah IS yang setia berperang di bawah bendera IS di baghuz bahwa Amir IS tersebut mengumumkan membubarkan khilafah ISIS menjadi darul harbi (negera perang).

Pejuang Negara /daulah IS asal Rusia yang bernama Mu’adz Ar Russi mengungkapkan berita pembubaran kekhalifahan di Syam dari Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi melalui media sosialnya sebelum beliau gugur. Di media sosialnya, Mu’adz al-Rusi mengatakan dalam bahasa rusia:

“да нету тут уже Халифата это сах. И даруль харб объявили уже 2 недели назад.”

“Ya, di sini sudah tidak ada kekhalifahan yang sah dan status negeri perang (darul harbi) sudah diumumkan sejak 2 minggu yang lalu.”

ахи как не говорили. Сказал сам Халиф что зто даруль харб что надо вьівозить женщин. Письмо отправил сюда

“Ini bukan perkataanku, Khalifah sendiri mengatakan bahwa ini adalah negeri perang (darul harbi). Para wanita harus diungsikan. Sebuah surat dari Khalifah di kirim ke sini.”

Setelah admin channel pro khilafah IS itu mengkonfirmasi ternyata informasi ini benar adanya.  Dengan berakhirnya kekhilafan ini bukan berarti perjuangan kelompok Baghdadi ini selesai, namun beralih menjadi perjuangan gerilya seperti yang masih berlangsung di Irak, Afrika, Sinai dan Suriah itu sendiri.

Mayat Abu Mu’adz ar-rusi bersama anak beliau, semoga Alloh mengampuni dosanya

Abu Bakar al-Baghdadi mepersilahkan para keluarga dan sipil untuk mengungsi dari Baghuz demi keselamatan mereka dari bombardir pasukan kurdi SDF yang dibantu serangan udara koalisi amerika,  apalagi kemarin-kemarin beredar video serangan udara koalisi amerika ke arah Baghuz pada malam hari menggunakan bom Fospor putih yang dilarang oleh PBB. Bom tersebut menyebabkan efek luka bakar yang dalam.

Bom cluster bermuatan phosfor putih di Baghuz

 

Abu Mu’adz ar Rusi bersama teman-teman seperjuangan nya

Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari admint EN, dari surat perintah khilafah kepada Rakyat di Baghuz antara lain :

  1. Khilafah/negara sudah benar-benar tidak mampu melindungi rakyat dari serangan kuffar, maka kholifah meminta mereka untuk keluar dari Baghuz.
  2. Khilafah sudah hampir tidak memiliki kekuatan lagi untuk menerapkan syari’at islam dalam menjalankan roda pemerintahan.
  3. khilafah sudah kehilangan qaidah aminah.
  4. Dengan perginya rakyat dari khilafah, para tentara khilafah diminta lebih kuat dengan bertempur tanpa beban dalam menghadapi perang.

Kholifah saja telah menunjukan kejujurannya, mau mengakui, mau memerintahkan rakyatnya untuk keluar agar tidak semakin banyak rakyat yang ikut gugur di dalam pertempuran, dan mengakui khilafah/negara yang sebelumnya dikusai oleh khilafah sekarang telah berubah menjadi negara perang (darul harbi).

Dengan demikian berakhir lah kekuasaan daulah IS di Suriah dan Irak yang dideklarasikan sejak 2014 lalu di Moshul. Walau IS masih memiliki wilayah yang tak terkontrol penuh di Afrika namun hanya wilayah timur tengah seperti suriah yang memiliki kekuatan dalil nubuwah seperti yang selalu digembar gemborkan pendukung nya.

(RF)

sumber : berita diambil dari cuplikan EN (channel Sh.Abu Ya’qub al-Maqdisi)

Baca juga, AMERIKA BURU HAMZAH BIN LADEN DENGAN MENGELUARKAN SAYEMBARA 1 JUTA DOLAR