Duniaekspress.com (11/3/2019)- Rezim Bashar al-Assad Suriah dan kelompok-kelompok teror yang didukung Iran menyerang sebuah pusat kelompok relawan kemanusiaan pertahanan sipil yang dikenal juga dengan nama White Helmet di Idlib barat laut pada hari Ahad (10/3), yang menewaskan seorang pekerja pertahanan sipil.

Serangan itu dilakukan di distrik Marek, yang terletak di dalam zona eskalasi Idlib.

Pusat pertahanan sipil rusak berat dan menjadi tidak dapat digunakan sebagai akibat dari serangan itu, kata sumber dilapangan dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media.

Baca Juga:

SERANGAN MILITER AFGHANISTAN TEWASKAN WARGA SIPIL

AKSI MASSA ANTI PEMERINTAH DI AL-JAZAIR SEMAKIN BRUTAL DAN MEMBESAR

Pada hari Sabtu, seorang relawan terbunuh ketika pusat Helm Putih lainnya menjadi target serangan udara oleh sebuah pesawat perang, yang diduga milik Rusia.

Serangan rezim di zona de-eskalasi Idlib diperkirakan telah menewaskan sedikitnya 117 warga sipil – dan melukai lebih dari 342 lainnya – sejak awal 2019.

Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona demiliterisasi setelah pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya Vladimir Putin di kota Sochi di pesisir Rusia.

Ankara dan Moskow menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan stabilisasi situasi di zona de-eskalasi Idlib, di mana tindakan agresi dilarang.

Suriah telah dikunci dalam perang saudara yang ganas sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak protes pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.

Sejak itu, ratusan ribu orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi, menurut pejabat PBB.