Duniaekspress.com (14/3/2019)- Ikatan Ulama Palestina menyatakan, membela Masjid Al-Aqsha merupakan kewajiban syariat bagi segenap kaum muslimin, saat ini sudah tiba waktunya untuk bergerak.

Dalam keterangan persnya, yang dilansir Pusat Informasi Palestina, Rabu (13/3) Ikatan Ulama ini menyerukan, wahai segenap warga al-Quds, wahai para pejuang yang sabar, sudah saatnya kita untuk bergerak, wahai segenap warga Palestina, segenap warga di Tepi Barat, sudah tiba saatnya untuk bergerak, wahai para mujahidin di Gaza, sudah tiba saatnya untuk berjuang membebaskan Al-Aqsha.

Ditegaskan bahwa Al-Aqsha saat ini dalam bahaya, yang belum pernah terjadi sebelumnya, sudah saatnya kita membela Al-Aqsha, kiblat pertama kaum muslimin, kita adalah umat muslim yang berafiliasi kepada Al-Aqsha berdasarkan agama, al-Quran, sunnah dan aqidah. Membela Al-Aqsha merupakan puncak kewajiban di hari-hari ini, yang diwajiban oleh Allah kepada kita.

Baca Juga:

UZBEKISTAN BERIKAN DUKUNGAN KEMERDEKAAN PADA IMARAH ISLAM AFGHANISTAN

kondisi yang terjadi di Al-Aqsha saat ini, menurut Ikatan Ulama Palestina merupakan aib di wajah umat, dan menelantarkan Al-Aqsha menjadi aib bagi semua pihak pengecut yang membiarkan tempat Isra Nabi Muhammad Saw.

“Sikap abai para pemimpin umat, yang menginginkan langkah normalisasi berdamai dengan penjajah zionis, sama dengan menghinakan Al-Aqsha yang menjadi bagian dari agama kita,” tegas Ulama dalam rilisnya.

Ikatan Ulama lebih lanjut mengatakan bahwa para pemimpin yang bekerjasama dengan Israel telah membungkam para pejuang perlawanan dan mengisolasi mereka di penjara, memburu para pahlawan dan melakukan konspirasi terhadap rakuat, mereka menjadi penyebab beraninya penjajah menodai kesucian Masjid Al-Aqsha dan segenap rakyat Palestina.

Penjajah zionis menerapkan kebijakan sepihak di Al-Aqsha yang memosisikannya dalam bahaya, dan pada akhirnya penjajah zionis hendak menguasai keseluruhan Masjid Al-Aqsha.

Menurut Ikatan Ulama, kita yakin bahwa tak ada solusi untuk menghadapi musuh selain bergerak bersama, rakyat Palestina kemudian umat Islam dengan segenap potensi yang dimiliki, para ulama, politisi, militer dan rakyat untuk membela kiblat pertama dan Baitul Maqdis.

Kepada penjajah zionis kami tegaskan jangan terlalu berbangga, karena pasukan Salib yang pernah mendahului Anda, saat mereka melarang shalat di Al-Aqsha, maka hal itu menjadi penyebab hilangnya Negara mereka, dan saat kalian melarang sholat dan adzan di Al-Aqsha, maka hal itu juga akan menjadi penyebab lenyapnya entitas kalian, pungkas Ikatan Ulama. [fan/PIP]