Duniaekspress.com (15/3/2019)- Petahanan Sipil Suriah pada hari Kamis (14/3) mengatakan, korban tewas di provinsi Idlib barat laut Suriah telah bertambah, setelah rezim Bashar al Assad dan sekutu utamanya meningkat serangannnya ke wilayah yang dikuasai para pejuang.

“Seiring dengan serangan artileri, pesawat-pesawat tempur Rusia menyerang pusat kota Idlib dan pinggiran pedesaannya dengan empat serangan udara pada hari Rabu, yang mengakibatkan korban termasuk delapan anak-anak,” lapor Pertahanan Sipil Suriah, juga dikenal dengan sebutan White Helmets, seperti yang dilansir Al Jazeera, Kamis (14/3/2019).

Baca Juga:

PESAWAT TEMPUR ISRAEL GEMPUR JALUR GAZA

PENJELASAN RESMI THALIBAN TERKAIT HASIL PERUNDINGAN DI QATAR

“Serangan itu, yang melukai 49 warga sipil, menargetkan lingkungan al-Kaseeh, merusak bangunan tempat tinggal,”tambah White Helmet.

Aktivis kemanusiaaan ini lebih lanjut mengatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.

Serangan udara pemerintah telah menewaskan sedikitnya 138 warga sipil tahun ini.

Idlib sebagian besar dikendalikan oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS), faksi pejuang terbesar di Idlib, pada hari Kamis bersumpah untuk membalas terhadap serangan pasukan pemerintah Suriah dan sekutu mereka Rusia.

Suriah baru saja mulai muncul dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011, ketika pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad menindak demonstran di tengah pemberontakan yang damai.

Sejak konflik yang menghancurkan dimulai pada 2011, lebih dari 450.000 warga Suriah telah terbunuh dan lebih dari enam juta orang terlantar, menurut PBB. [fan]