Duniaekspress.com (18/0/2019)- Serangang dahsyat pejuang Thaliban, 22 tentara Afghanistan tewas dan sekitar 100 pasukan lainnya melarikan diri dari pertempuran sengit di barat Afghanistan dan mencoba untuk menyeberang ke negara tetangga Turkmenistan.

“Thaliban melancarkan serangan Sabtu malam terhadap pos-pos pemeriksaan yang dijaga oleh polisi dan pasukan pro-pemerintah di distrik Qaisar, memicu pertempuran sengit yang berlangsung hingga Minggu pagi,” kata Mohammad Tahir Rahmani, kepala dewan provinsi di provinsi Faryab utara, seperti yang dilansir Al-Jazeera, Ahad (17/3).

“Tentara mengirim bala bantuan, yang termasuk di antara mereka yang terbunuh, 20 pasukan Afghanistan lainnya terluka dalam serangan itu,” tambanhnya.

“Taliban telah menguasai lebih banyak daerah di distrik itu, setelah meningkatkan serangan dalam beberapa pekan terakhir,” terang Rahmani.

Baca Juga:

SERANGAN NEW ZELAND, BUKTI KEBENCIAN KAFIR TERHADAP ISLAM

SERANGAN JAMAAH JUMAT, THORIQUNA SEBUT BARATLAH PALING BERTANGGUNG JAWAB

Juru bicara kepolisian provinsi, Karim Yuresh membenarkan bahwa sejumlah besar Thaliban melancarkan serangan di Faryab, tetapi ia tidak dapat memberikan pernyataan lebih lanjut.

Juru bicara Thaliban dalam sebuah tweetnya mengatakan bahwa pejuang Thaliban menyerbu pangkalan pemerintah dan pos pemeriksaan di Qaisar. Thaliban mengklaim 21 tentara dan milisi, yang dikenal secara lokal sebagai arbaki tewas. Thaliban mengatakan tubuh mereka ditinggalkan di medan perang.

Empat tentara ditangkap hidup-hidup, kata tweet itu, sisanya melarikan diri. Thaliban juga mengatakan mereka telah menguasai sebuah tank dan banyak senjata berat dan ringan dalam serangan itu.