Taliban : Pertolongan dan Berkah Allah pada bumi jihad Afghanistan

Duniaekspress.com. (22/3/2019) –– Afghanistan — Sisa-sisa kaum Aad dan Tsamud dan penerus Firaun menganggap bahwa untuk membasmi (Mujahidin Taliban dan mujahid Afghanistan) yang memiliki latar belakang sederhana dan kehidupan sederhana adalah pekerjaan yang mudah. Akan tetapi, dunia menyaksikan orang-orang beriman dengan tangan kosong telah memaksa musuh-musuh mereka menanggung kehinaan.

Mereka terlalu yakin dengan keahlian militer Amerika dan membanggakan kemajuan teknologinya hari ini. (Namun kenyataan hari ini) telah menjadi pelajaran bagi tentara Amerika yang kelelahan berperang. Mereka berdiri terheran-heran menghadapi para lelaki yang mengenakan sorban, yang kekurangan sumber daya dan secara militer jauh lebih rendah untuk menjadi lawan mereka, namun kaya dengan keimanan.

Allah telah menolong orang-orang teraniaya di tanah Afghanistan dengan banyak berkah. Allah menyatukan suku-suku yang tersebar pada satu titik dan menghapus orang-orang yang sombong dan tak bertuhan selama empat puluh tahun perang. Di tangan Mujahidin, kekalahan memalukan menimpa dua kekuatan Kafir era ini – Rusia dan Amerika – karena kekuatan perkasa dari setiap pemain global dengan perang berdarahnya terhenti setelah tiba di perbatasan Afghanistan.

Abu Muslim yang menyerahkan pemerintahan kepada Bani Abbas adalah seorang Muslim Khorasani Afghanistan; Pasukan Jalaluddin Khowarazm Shah yang ulet melawan bangsa Mongol yang tidak beriman muncul dari tanah ini juga; dan orang-orang di negeri ini yang menodai sejarah Inggris dengan kehinaan.

Hari ini, orang-orang Afghanistan, yang tidak dilengkapi dengan baik namun dipenuhi dengan semangat keimanan, mengajarkan pelajaran yang sangat bersejarah bagi ribuan tentara NATO dan non-NATO yang bersenjata dan terlatih sehingga generasi masa depan dari negara mereka masing-masing, terutama Amerika, akan melanjutkan untuk menyesali bab sejarah ini dan pengambilan keputusan yang tidak bijaksana dari para pendahulu mereka.

Setelah menunjukkan keterampilan di bidang politik, kekuatan pasukan sekutu global dipaksa untuk mengakui tidak hanya penguasaan Imarah Islam atas perang gerilya, tetapi juga kenyataan bahwa hal itu telah menjadikan tidak berguna semua teknologi yang digunakan untuk menghapus keberadaannya.

Sekarang saatnya bagi publik untuk menerima informasi yang benar dan menyingkap kejahatan dan keberpihakan media yang tidak jujur dan netral dalam mengabarkan Imarah Islam Afganistan. (RR)

Artikel dipublikasikan pada 13 Maret 2019

Sumber :  alemarahenglish

 

Baca juga, DISERANG THALIBAN, RATUSAN PASUKAN AFGHANISTAN MELARIKAN DIRI