Duniaekspress.com (24/03/2019)- Dewan Islam Suriah mengutuk aksi pembantaian massal yang dilakukan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), dengan dukungan dan bantuan pasukan koalisi yang menyasar warga sipil wanita dan anak-anak di Baghouz.

“Majelis Islam Suriah mengutuk keras pembantaian biadab yang menewaskan warga sipil yang tidak bersalah, dan menyeru agar pembantaian ini segera dihentikan,“ demikian pernyataan Dewan Islam Suriah yang diterima duniaekspress.com, Sabtu (23/3).

Baca Juga:

DALIH PERANGI ISIS, WARGA SIPIL JADI KORBAN KEBRUTALAN SDF

THALIBAN KLAIM SERAGAN BOM DI PERAYAAN TAHUN BARU PERSIA

Sejumlah kantor berita telah mempublikasi berita dan rekaman video pembantaian massal yang dilakukan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF/QSD), dengan dukungan dan bantuan dari koalisi-koalisi mereka terhadap warga sipil wanita dan anak-anak di daerah Baghouz.

Menurut Dewan Islam Suriah, Penanggulangan dan Pemberantasan Terorisme tidak bisa dijadikan pembenaran untuk melakukan pembantaian dan pembunuhan terhadap warga sipil.

“Kami masih meyakini bahwa negara-negara ini, yang mengklaim memerangi terorisme, pada hakikatnya merekalah yang menciptakannya atau paling tidak berkontribusi dengan cara-cara tertentu.”

Dewan Islam Suriah juga mengataka, kejahatan yang dilakukan secara terus-menerus oleh SDF/QSD akan menimbulkan konsekuensi yang sangat buruk pada struktur masyarakat Suriah. Dan dampak buruknya akan tetap ada di dalam ingatan masyarakat kita selama beberapa dekade ke depan, dan mereka akan tetap menjadi catatan hitam dalam sejarah penjahat ini.

“Kami memohon kasih sayang Allah kepada rakyat Suriah; para wanita, anak-anak, dan lansia. Semoga mereka senantiasa berada dalam pertolongan Allah di tengaj ujian yang sedang mereka hadapi, dan semoga Allah membalas makar orang-orang dzalim itu,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Kota Baghouz yang diklai sebagai kantong terakhir militan IS di Suriah berhasil dikuasai oleh pasukan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung oleh AS.