Pernyataan Resmi Ucapan Bela Sungkawa JNIM dan AQIM untuk Teror Selandia Baru

Duniaekspress.com. (26/3/2019). — Mali — Ungkapan belasungkawa kami ucapkan atas kesyahidan para jamaah shalat Jum’at dalam serangan di Selandia Baru. Kami juga mendesak pemuda Muslim untuk menargetkan orang-orang yang menghasut untuk membunuh umat Islam.

Segala puji bagi Allah, yang telah berfirman dalam Al-Qur’an:

 

الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (194)

“Bulan haram dengan bulan haram dan pada sesuatu yang patut dihormati berlaku hukum qisas. Oleh sebab itu, barang siapa yang menyerang kalian, maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadap kalian. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (Al-Baqarah: 194).

Dan Allah juga berfirman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (217)

“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: ‘Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah: 217).

Shalawat dan salam kita haturkan kepada Rasulullah ﷺ yang diutus dengan kebenaran kepada umat manusia. Beliau bersabda:

مثل الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالْحُمَّى وَالسَّهَرِ

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta dan kasih sayang di antara mereka bagaikan tubuh yang satu, apabila ada anggota (tubuh) yang merasa sakit, maka seluruh anggota yang lainnya merasa demam dan tidak bisa tidur.” (Bukhari Muslim).

Dan selanjutnya:

Kami mengikuti, seperti seluruh dunia juga mengikutinya, berupa gambar-gambar menyakitkan dari kejahatan yang amat keji yang dilakukan oleh sekelompok tentara salib rasis terhadap saudara-saudara kita para jama’ah shalat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. Hal itulah yang menyebabkan kesyahidan 51 orang yang sedang beribadah, dan puluhan lainnya terluka, sebagian besar kritis. Kami juga mengikuti berita tentang penyerangan terhadap Muslim di London dan di tempat lain.

Para pelaku kejahatan di Christchurch memastikan diri mereka untuk menyoroti kebencian para tentara salib dengan cara menuliskan tanggal-tanggal, simbol-simbol, dan nama-nama pada senjata mereka. Di mana hal tersebut menjadi bukti bahwa mereka tidak dapat menghapus sejarah kita dari benak mereka juga.

Sesungguhnya penaklukan Konstantinopel, pengepungan Wina, penaklukan Balkan, penaklukan Sisilia, dan pertempuran Az-Zallaqa, adalah peristiwa bersejarah yang tetap dan akan terus terkenang dalam ingatan kolektif bangsa Romawi dalam doktrin-doktrin mereka, baik di Timur maupun di Barat. Serangan ini adalah serangan pengecut, di mana para Syaikh di pengadilan, sangkakala para penguasa, dan banyak pengecut lain yang mencoba menggambarkan kejadian ini sebagai kasus tertutup.

Mereka tidak boleh menyembunyikan fakta kriminalitas yang dilakukan oleh negara-negara tersebut, termasuk Selandia Baru, yang terlibat dalam aliansi perang salib di Afghanistan. Kriminalitas orang-orang Barat terhadap umat Islam telah mengakar dalam sejarah; berupa penjajahan mereka terhadap negeri-negeri kita, terutama Al-Aqsa, Palestina, Afghansitan, Mali, Suriah, dan negara-negara lainnya. Kejahatan serupa berupa genosida juga dilakukan oleh para tentara salib di India, Pakistan, Afghanistan, Chechnya, Bosnia, Palestina, Aljazair, Mali, Somalia, Afrika Tengah, dan banyak negeri Muslim lainnya.

Hal tersebut akan terus terkenang dalam ingatan kita dan kita tidak akan pernah lupa untuk membalaskan dendam para syuhada’ kita para umat Islam. Selama jantung masih berdetak, Insya Allah.

Kedatangan Trump di kursi kekuasaan di era Hobal, menjadikan kebangkitan gerakan populis sayap kanan yang merupakan pasukan perang salib. Mereka juga mendapatkan kenaikan jabatan terhadap kekuasaan di banyak negara di Barat, baik di Amerika, Eropa, atau di tempat lain. Hal ini terlihat sangat jelas.

Bagian dari pegunungan kebencian Barat terhadap umat Islam. Hal itu memperlihatkan sebagian kecil plot dan kebijakan pemerintahan negara-negara tersebut, dan bagaimana upaya yang dilakukan oleh umat Islam itu sendiri untuk menyanjung mereka, dan menggambarkan peradaban mereka sebagai tanda kemajuan. Tindakan seperti ini terlalu jelas untuk disembunyikan.

Kami di Al-Qaidah in the Islamic Maghreb (AQIM) mengkonfirmasi bahwa serangan seperti itu tidak akan berlalu tanpa adanya respon, Insya Allah, baik respon jangka pendek maupun jangka panjang. Kami tidak lupa untuk menyampaikan belasungkawa kami kepada kerabat para syuhada tersebut, dan memberikan ungkapan paling tulus agar mereka segera memulihkan diri dari luka tersebut. Kita berdoa kepada Allah agar menempatkan para syuhada’ atas apa yang telah mereka derita dan amal perbuatan mereka. Kita juga berdoa kepada Alah untuk memberkati kita agar dapat membalas pelaku perbuatan tersebut.

Dan kami juga tidak lupa untuk menasehati saudara-saudara Muslim kami yang berada di Barat, agar secara serius berpikir untuk kembali ke negeri-negeri kaum Muslimin. Bahkan meskipun mereka melarikan diri dari negeri tersebut karena konflik yang terjadi. Bumi Allah sangat luas dan mereka dapat tinggal di negeri manapun milik umat Islam. Kami khawatir apa yang menimpa saudara-saudara kita di Andalusia, Sisilia, dan di tempat lain selama berabad-abad yang lalu, akan menimpa mereka juga.

Sesungguhnya kejahatan genosida tentara Serbia kepada Muslim Bosnia belum lama terjadi! Kami menganjurkan mereka agar tidak menjadi mangsa yang mudah ditaklukkan oleh tentara salib, dan agar mereka berhati-hati dan berusaha untuk membela diri terhadap semua orang yang berusaha menyerang mereka maupun masjid-masjid di sana. Ini adalah ‘mata dibalas dengan mata, gigi dibalas dengan gigi.’ Yang pertama kali menyerang adalah penyerang yang lebih buruk.

Sebagai tambahan, kami menyerukan para pemuda umat Islam dan rakyatnya untuk menjadi ‘serigala tunggal’ dan tidak berkonsultasi kepada siapapun dalam menargetkan para pemimpin tentara salib sayap kanan, dan menargetkan orang-orang yang mengucapkan selamat atas serangan pengecut ini. Targetkan mereka dalam sosial media, saluran satelit, atau bentuk media yang lainnya. Buatlah para pelaku dan orang-orang yang mengucapkan selamat kepada mereka, sebagai pelajaran bagi orang lain. Karena mereka menghasut untuk menyerang kita, anak-anak kita, wanita-wanita kita, dan membunuhnya dengan darah dingin. (RR).

Sumber :    Jihadology

 

Baca juga, AQIM SERUKAN PEMERINTAH AL-JAZAIR UNTUK TERAPKAN SYARI’AT ISLAM DALAM MENJALANKAN PEMERINTAHANNYA