Duniaekspress.com (28/03/2019)- Terkait fatwat haram yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia terkait golput (tidak menggunakan hak pilih), pembina LPPDI Thoriquna menilai sangat tidak tepat adanya fatwa atau apapun namanya yang membawa-bawa agama soal hukum memilih atau tidak memilih.

“Tidak boleh ada hukum halal dan haram soal pilpres,” tegas Haris Amir Falah di Jakarta, Kamis (28/03/2019).

Ust Haris menambahkan, seharusnya dikembalikan semua kepada hukum asal demokrasi itu, yaitu orang bebas untuk memilih atau tidak memilih.

Ustad asal Jakarta ini juga mengingatkan kepada seluruh tokoh agama, khususnya tokoh-tokoh umat Islam, bahwa pilpres yang sebentar lagi berlangsung di negeri ini bukan persoalan agama. Orang bertarung dalam alam demokrasi menurut Haris, dengan kekuatan yang berbeda tapi dengan misi yang sama yaitu mensukseskan jalan suci demokrasi.

Baca Juga:

ISRAEL TEMBAK MATI PETUGAS MEDIS DI TEPI BARAT

Sebelumnya, upaya agar angka partisipasi pemilih tinggi pada Pemilu 2019, Majelis Ulama Indonesia, telah mengeluarkan fatwa yang menyebut masyarakat yang memilih tidak menggunakan hak pilihnya alias golput hukumnya adalah haram.

“MUI minta masyarakat Indonesia harus menggunakan hak pilihnya,” kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Muhyiddin Junaidi, di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Muhyiddin menambahkan “haram. Golput itu haram.” (fan)