Duniaekspress.com (6/4/2019)- Demonstrasi anti-Israel terus berlangsung di Jalur Gaza, warga Palestina berbondong-bondong ke zona penyangga yang membatasi Gaza-Israel pada hari Jumat kemarin (5/4), aksi kemarin merupakan aksi Jum’at yang ke-52.

Ratusan demonstran terlihat membawa bendera dan spanduk Palestina, menurut koresponden Anadolu yang meliput protes.

Baca Juga:

SIDANG TERORIS BRENTON TARRANT DIGELAR VIA VIDEO CALL

DAPAT ANCAMAN, DOA BERSAMA UNTUK KORBAN PENEMBAKAN DI NEW ZELAND BATAL

Gaza’s National Committee for Breaking the Siege yang terdiri dari faksi-faksi yang berbasis di Gaza meminta rakyat Gaza untuk mengambil bagian dalam demonstrasi hari Jumat.

Hampir 270 demonstran Palestina telah terbunuh sejak Palestina mulai mengadakan aksi unjuk rasa mingguan di sepanjang zona penyangga pada Maret tahun lalu.

Para demonstran menuntut hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka di Palestina bersejarah yang menjadi tujuan mereka pada tahun 1948 untuk membuka jalan bagi negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 12 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah memusnahkan ekonomi daerah kantong pantai dan merampas sekitar dua juta penduduk dari banyak komoditas pokok.

Great March of Return, protes menuntut agar pengungsi Palestina dan keturunan mereka diizinkan untuk kembali ke tanah tempat mereka dipindahkan dari tempat yang sekarang adalah Israel. Mereka juga memprotes pemblokiran Jalur Gaza dan pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem . Kekerasan selama protes telah mengakibatkan hari paling mematikan dari konflik Israel-Palestina sejak perang Gaza 2014.