duniaekspress.com, 29 April 2019. Pasca bom paskah yang menewaskan lebih dari 250 orang serta melukai 500 orang lainnya, presiden Srilanka,  Maithripala Sirisena, mengumumkan pelarangan penggunaan penutup wajah muslimah seperti niqab dan burqa di Srilangka, undang-undangnya sudah diusulkan kabinet baru-baru ini.

Presiden juga akan bertindak tegas terhadap kaum “ekstrimis”  dengan mengusir ulama-ulama asing yang ada di negeri tersebut. Pada hari sebelumnya Perdana Menteri srilangka, Ranil Wickremesinghe, mengumumkan untuk mengusir beberapa guru  ilegal, “Ada beberapa orang asing yang bekerja sebagai guru di negara kami tanpa visa kerja. Dalam konsultasi dengan kementerian urusan agama Muslim dan kementerian dalam negeri, kami akan mengusir mereka dari negara ini,” katanya.

Pemerintah Srilangka mengumumkan Jamaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jama’ah Millah Ibrahim (MIJ) yang merupakan afiliasi dari kelompok ISIS sebagai organisasi terlarang dan melakukan operasi penggerebekan dan penangkapan terhadap seluruh anggota dan pendukung kelompok tersebut yang berujung pada baku tembak di timur kota Kattankudi, Kalmunai.

Polisi Srilangka di lokasi pasca baku tembak di Kalmunai

Penggerebekan markas kelompok tersebut menyebabkan tewasnya 15 anggota kelompok termasuk otak pelaku peledakan yang merupakan ayah dari pelaku bom bunuh diri, Muhammad hasyim Zahran. Juga diantara yang tewas dua saudara pelaku (anak Muhammad Hasyim) bernama Zaini Hasyim, dan Rilwan Hasyim. Sementara ibu dan adik pelaku terluka akibat baku tembak. Diantara yang ikut tewas dalam operasi tersebut adalah 6 anak-anak, polisi mengatakan tewasnya mereka disebabkan oleh bom yang dipasang tiga pelaku saat penggerebekan. Yang jelas Pemerintah Srilangka menjadi beringas akibat kejadian bom paskah ini.

(AZ dari al jazeera)

Baca juga, DAPAT ANCAMAN, DOA BERSAMA UNTUK KORBAN PENEMBAKAN DI NEW ZELAND BATAL