duniaekspress.com, 30 April 2019. Media daulah ISIS /IS, al-furqan, secara mengejutkan mempublikasikan video pesan dari Abu Bakar albaghdadi, di mana dia tampil dengan sehat dan di sebelahnya terlihat senjata baby AK. Dalam video tersebut albaghdadi terlihat lebih gemuk, dan bersamanya, terdapat tiga orang, yang mana dua orang wajahnya ditutup kafiyeh, sementara yang satunya diburamkan. Ketiga orang yang berakting sebagai tamu tersebut kemungkinan adalah para pengawal pribadinya. Di mana sang tamu terakhir yang wajahnya tidak ditutupi kafiyeh terlihat berakting menyerahkan dokumen-dokumen laporan dari berbagai wilayah kepada baghdadi, diantaranya tertulis wilayah Somalia, Yaman dan Turki.

Berakting sebagai tamu baghdadi terdapat tiga orang yang wajahnya disembunyikan

Poin-Poin yang Disampaikan Baghdadi

Dalam video yang dipublikasikan oleh media al-furqan itu, dan diberi judul “di ruang tamu amirul mu’minin” tersebut, Baghdadi menyinggung pertempuran di Baghuz dan kebiadaban salibis terhadap umat islam di sana, memuji ketegaran dan keberanian muslim di baghuz sehingga menimbulkan kemarahan dan kebencian orang-orang kafir. Baghdadi menyebut beberapa pemimpin yang tewas dalam pertempuran di Baghuz, dan pemimpin pertama yang disebut adalah Abu Abdul Rahman Al-Tamimi dari Saudi.

Setelah Abu Abdul Rahman, seorang pemimpin lain mengambil alih dengan nama Abu Hajr Al-Irak yang mengorbankan hidup dan kekayaannya.

Setelah Abu Hajr, seorang pemimpin lain mengambil alih bernama Abu Walid Al-Sinawi, dan setelahnya adalah Abdul Qani Al-Irak, yang terakhir adalah Abu Mus’ab Al-Hijazi. Semua pemimpin yang disebutkan itu terbunuh di Baghuz.

Baghdadi juga menyebut nama para kru media yang terbunuh di Baghuz, yaitu: Abu Abdullah Al-Australi, Khalad al-Qahtani dari Arab Saudi,
Abu Jihad Al-shishani, Abu Anas al-faransi dan Saudaranya, Abu Usman al-Faransi.

Baghdadi menyebutkan para ulama yang tewas selama pertempuran di Baghuz, seperti Abu Raghad Al-Da’jani.

Nama-nama lain yang juga disebutkan:
Abu Yasir Al-Baljeki dan Abu Tariq Al-Iraqi, lalu memuji keberanian mereka dan mengakui pengorbanan mereka, berjanji bahwa para pemimpin dan tentara Negara Islam di seluruh dunia tidak akan melupakan pengorbanan mereka yang terbunuh di Baghuz serta berjanji untuk membalas dendam untuk mereka.
Baghdadi juga berjanji bahwa pertarungan panjang dan akan ada pertempuran untuk diperjuangkan setelah Baghuz.

Baghdadi berterima kasih kepada semua wilayah yang ada di Negara IS atas upaya mereka dalam “Perperangan balasan untuk Suriah”, mengatakan bahwa operasi selama pertempuran ini telah mencapai 92 aksi di 8 negara.

Baghdadi mengirimkan ucapan selamat kepada para Tentara Negara Islam di Libya atas upaya mereka baru-baru ini untuk kembali ke daerah yang mereka tinggalkan sebelumnya.

Baghdadi mengatakan bahwa pertempuran Tentara Negara Islam sekarang adalah untuk mengeluarkan darah dari musuh dalam pertarungan yang panjang dan beliau ingin mereka tahu bahwa Jihad akan berlanjut sampai Kiamat.

Baghdadi mengatakan bahwa Allah memerintahkan kita untuk berjihad dan dia tidak meminta kita untuk menang. Dia juga mengirimkan ucapan selamatnya kepada Tentara Negara Islam yang ada di Mali dan Burkina faso atas baiat mereka kepada Negara Islam.

Dia secara khusus menyebut Abu Walid Al-Sahrawi sebagai pemimpin di Mali, dan mendesak Mali dan Burkina faso untuk terus menyerang tentara Prancis di daerah itu.

Baghdadi mengatakan telah menerima informasi bahwa beberapa kelompok di Afghanistan bergabung dengan Negara Islam, dan dia mengucapkan selamat kepada mereka yang mendukung Negara Islam di Afghanistan.

Baghdadi  juga menyebutkan peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini seperti terpilihnya kembali Netanyahu dan pengunduran diri “thaghut” presiden Aljazair dan Sudan.

Baghdadi mencela gerakan demonstrasi yang terjadi (termasuk di sudan) karena mereka menggulingkan satu “thaghut” untuk diganti dengan “thaghut” lainnya.

Kemudian baghdadi menyebutkan serangan Sri Lanka, bahwa ini adalah bagian dari balas dendam atas kejahatan tentara salib di Baghuz. Dia mengirimkan ucapan selamat kepada Tentara Negara Islam di Sri Lanka atas baiat mereka kepada Negara Islam dan Dia memerintahkan kepada Tentara Negara Islam untuk melanjutkan perjuangan mereka melawan tentara salib di sana.

Baghdadi juga menyebutkan operasi Tentara Negara Islam di Zulfi di Arab Saudi mengatakan bahwa ia berharap lebih banyak kedepannya.
Dan juga memerintahkan para Tentara Negara Islam di Arab Saudi untuk membalas saudara-saudara mereka yang teleh terbunuh

Baghdadi menyerukan kepada semua Tentara Negara Islam untuk mengintensifkan serangan mereka terhadap tentara salib dan murtad dan aliansi mereka.

Dalam akting terlihat bagaimana diantara seorang tamu seolah memberikan laporan dari berbagai wilayah organisasi ini

Hal-Hal yang Dapat Ditarik dari Pesan Baghdadi

Bahwa yang disebut umat Islam di mata Baghdadi adalah kelompoknya saja, terlihat bahwa dia tidak menyinggung kebiadaban seorang salibis yang memembaki jama’ah sholat jum’at di dua masjid di New zealand, atau menghubungkan aksi di Srilangka sebagai bentuk pembalasan terhadap kaum muslimin yang ditembaki di new Zealand.

Baghdadi mengakui kehilangan wilayah terakhir mereka di Suriah, sehingga mereka beralih kepada perjuangan gerilya, lalu mengapa dia tidak mengumumkan pembubaran khilafahnya karena syarat khilafah adalah dapat memberikan keamanan bagi kaum muslimin, sedangkan posisi dan keadaan dirinya sendiri sebagai amirul mu’minin bersembunyi dan tidak aman terhadap serangan musuh. Bahkan keadaannya tidak jauh lebih baik dari khilafatul muslimin yang berpusat di Lampung itu?

Baghdadi juga memberi selamat kepada orang-orang yang berbaiat kepada dirinya di Afghanistan padahal Afghanistan sudah tegak emirat islam thaliban, dia tidak menyinggung sedikitpun tentang imarah ini dan tidak menyinggung aktivitas kelompoknya di sana yang juga memerangi emirat islam thaliban dan mengkafirkan thaliban? Ini menunjukkan bahwa Baghdadi juga menganggap emirat islam thaliban sebagai daulah kufriyah seperti yang dipahami anggotanya di sana.

Baghdadi juga menganggap seluruh presiden meskipun sekelas presiden Sudan yang baru-baru ini digulingkan militer sebagai “thaghut”, padahal negara Sudan selama kepemimpinan Umar al-bashir menerapkan syari’at Islam, dan beliau sendiri adalah aktivis gerakan Islam. Baghdadi juga tidak menghargai kelompok islam lain yang berjuang melalui demonstrasi membuktikan semakin jelas akan pahamnya yang takfiri.

(AZ dari berbagai sumber)

Baca juga,

PEMERINTAH BONEKA AFGHANISTAN MENGADAKAN LOYA JIRGA UNTUK PEMBODOHAN DAN LEGITIMAS