Mujahidin Taliban serang Kabul dengan menghantam konvoi Militer AS

Duniaekspress.com. (1/6/2019). – Kabul – Pada hari Jumat (31/05) pagi kemarin, seorang pejuang berani mati Taliban meledakkan mobilnya yang sarat dengan bahan peledak dan menghantam konvoi militer Amerika yang sedang melintas di salah satu sudut kota Kabul. Menurut sumber media Barat Associated Pressmengutip juru bicara kepolisian di Kabul mengatakan bahwa empat orang Afghan tewas dan tiga lainnya luka-luka. Korban di pihak AS dilaporkan empat personil militer mengalami luka-luka akibat ledakan bom mobil.

Tak lama setelah insiden itu terjadi, Taliban mengumumkan bertanggung jawab. Juru bicara Zabihullah Mujahid merilis pernyataan bahwa serangan Taliban kali ini merupakan bagian dari operasi tahunan dengan sandi “Operasi Al-Fatih” yang sedang berlangsung dengan sukses dan dilancarkan di seluruh Afghanistan.

Lebih lanjut pihak Taliban menjelaskan, operasi istisyhad kali ini menargetkan konvoi figur-figur senior penjajah asing yang sedang melewati jalan di zona PD9 di bagian timur kota Kabul pada hari Jumat jam 9 pagi waktu setempat. Zabihullah Mujahid menyebutkan pelaku amaliyat adalah seorang mujahid pemberani bernama Siddique yang berasal dari Khost menggunakan sebuah mobil yang dimodifikasi dengan bom berdaya ledak tinggi.

Konvoi militer AS di kabul diserang mujahidin Taliban

Menurut Taliban, serangan Siddique pada Jumat pagi kemarin berhasil menewaskan 10 penjajah asing termasuk beberapa perwira senior Amerika, dan menghancurkan 2 unit kendaraan SUV Land Cruiser.

Selalu ada perbedaan versi laporan terkait jumlah korban antara Taliban dan pemerintah Kabul dukungan AS. Mujahid dan koleganya, Qari Yousaf Ahmadi, yang memiliki otorisasi berbicara kepada wartawan dalam satu kesempatan pernah menyatakan bahwa mereka tidak menyangkal ada sejumlah laporan yang tidak akurat mengenahi aksi amaliyat, dan terkadang ada pejuang-pejuang yang menyampaikan informasi secara berlebihan. “Ada yang mengatakan komunikasi kami penuh dengan sensasionalisme dan bumbu-bumbu tambahan, tetapi kami tidak pernah keluar dari (fakta) kebenaran,” kata Ahmadi menegaskan. Apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari fakta, “Kami segera mengoreksinya,” kata Ahmadi menambahkan.

Sebaliknya pihak pemerintah kerap dituding tidak akurat cenderung melebih-lebihkan laporan operasi militer mereka. Seorang pejabat senior departemen pertahanan mengakui pemerintah sering menyembunyikan laporan mengenahi jumlah korban pasukan Afghan & sekutu asing mereka, sebaliknya membesar-besarkan jumlah korban di pihak Taliban yang diklaim berhasil mereka bunuh.

Serangan berani mati Taliban ini berlangsung selang sehari menyusul serangan sejenis oleh kelompok ISIS cabang Khurasan yang juga terjadi di Kabul. Sebelumnya serangan oleh kelompok ISIS menghantam bagian luar Universitas Pertahanan Nasional Marshal Fahim yang menewaskan enam orang dan melukai beberapa lainnya. Ini merupakan serangan kedua ISIS di akademi militer tersebut setelah serangan pertama pada bulan Januari 2018.

Ibukota Kabul menjadi target favorit serangan jihadis yang menggunakan taktik istisyhad maupun serangan terkoordinasi lainnya. Misi Asistensi PBB (UNAMA) mencatat dari 65 serangan “bunuh diri & terkoordinasi” di seluruh Afghanistan pada tahun 2018, 28 di antaranya terjadi di ibukota Kabul. Angka ini tertinggi di bandingkan dengan serangan yang terjadi di seluruh daerah lain di Afghanistan.

Serangan Taliban yang secara khusus menargetkan pasukan AS ini terjadi setelah seorang diplomat Taliban yang tergabung dalam tim negosiator, Muhammad Suhail Syahin, mengatakan ia berharap AS mengumumkan jadwal penarikan pasukan mereka dari Afghanistan dalam putaran perundingan berikutnya. (RR)

Sumber : TLWJ, Antiwar

Baca juga, PEMERINTAH BONEKA AFGHANISTAN MENGADAKAN LOYA JIRGA UNTUK PEMBODOHAN DAN LEGITIMASI