1.300 warga sipil terbunuh di Suriah dan Iraq dalam operasi Koalisi internasional memerangi ISIS

Duniaekspress.com. (2/6/2019). – Baghdad – Koalisi internasional pimpinan AS melawan ISIS (Daesh) telah menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil di Irak dan Suriah sejak dimulainya operasi pada 2014. Demikian menurut sebuah laporan yang dikutip Middle East Monitor.

Menurut laporan itu, koalisi AS melakukan 34.502 serangan antara Agustus 2014 dan akhir April 2019. Selama periode setidaknya 1.300 warga sipil tewas. Koalisi AS mengklaim bahwa mereka terbunuh secara “tidak sengaja” sejak awal Operasi Inherent Resolve, nama operasi untuk kampanye anti-ISIS AS.

Hasil gambar untuk warga sipil yang menjadi korban operasi perang melawan isis

warga sipil yang menjadi korban keganasan pasukan koalisi internasional pimpinan AS

Lembaga HAM dan kelompok pemantau lainnya mengatakan bahwa jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi. Diperkirakan telah terjadi 13.000 kematian warga sipil, termasuk 1.000 anak-anak.

Pada bulan April, Satuan Tugas Gabungan AS membawa lebih dari 122 laporan terbuka dari bulan-bulan sebelumnya dan menerima tujuh laporan baru. Mereka menyelesaikan 18 laporan penilaian dugaan korban sipil-korban.

“Dari 18 laporan dugaan kecelakaan yang diselesaikan, tiga laporan ditetapkan dapat dipercaya dan mengakibatkan lima kematian warga sipil yang tidak disengaja.”

“15 laporan sisanya dinilai tidak kredibel. Seratus sebelas laporan masih terbuka, termasuk tiga yang sebelumnya ditutup tetapi dibuka kembali karena ketersediaan informasi baru.” (RR).

Sumber : Middle East Monitor

 

Baca juga, DALIH PERANGI ISIS, WARGA SIPIL JADI KORBAN KEBRUTALAN SDF