Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed tiba di Sudan untuk mediasi perdamaian

Duniaekspress.com. (8/6/2019). – Sudan – Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed tiba di Sudan pada Jumat untuk memediasi Dewan Militer Transisi (TMC) dan kekuatan oposisi, menurut Kantor Berita Sudan.

Juru bicara TMC, Letnan Jenderal Shams-Eddin Kabbashi, menerima perdana menteri Ethiopia di Bandara Internasional Khartoum.

Kunjungan selama sehari ini dilakukan setelah Uni Afrika (AU) menangguhkan partisipasi Sudan dalam semua kegiatannya, pada Kamis.

Dalam konfrontasi selama beberapa hari terakhir antara militer dan demonstran yang mengklaim mewakili kelompok masyarakat profesional, lebih dari 100 orang tewas di ibu kota Khartoum dan kota-kota besar lainnya.

Sudan bergejolak sejak 11 April, ketika militer mengumumkan “pemecatan” Presiden Omar al-Bashir yang berkuasa selama 30 tahun, setelah aksi demonstrasi rakyat selama berbulan-bulan.

Masyarakat sipil di Sudan meminta dewan militer transisi segera menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil secepatnya.

Lampu Hijau dari Saudi 

Arab Saudi memberikan “lampu hijau” kepada dewan militer untuk menghancurkan kamp-kamp pendemo di Khartoum. Mandat ini diberikan setelah Jenderal Burhan, kepala Dewan militer transisi, yang mengadakan kunjungan ke berbagai wilayah timur tengah, seperti Arab Saudi, UEA, dan Mesir untuk meminta dukungan.

Saudi sendiri menggelontorkan bantuan dana sebesar 3 Milyar dolar dalam bentuk tunai. Tentu saja bantuan ini tidak bersifat gratis, yang menunjukkan bahwa negara-negara timur tengah berusaha menancapkan kukunya di negara Sudan.

(RR).

sumber : andolu agency, MEE

 

Baca juga, STAF PBB DI SUDAN MENGUNGSI MENYUSUL KERUSUHAN YANG KIAN MELUAS