Mujahidin Al-Qaidah Bereaksi atas wafatnya Zakir Musa komandan Jihad Kashmir

Duniaekspress.com. (10/6/2019). – Kashmir – Al-Qaidah bereaksi terhadap wafatnya Zakir Musa, seorang komandan Jihad muda yang terbunuh oleh pasukan India pada 23 Mei lalu. Al-Qaidah merilis pidato dan video yang menunjukkan operasi kelompok tersebut di wilayah Kashmir. Musa merupakan pemimpin dari Ansar Ghazwat-ul-Hind (AGH), kelompok afiliasi al-Qaidah yang didirikan pada 2017.

Pidato tersebut direkam oleh Usama Mahmood, yang telah lama menjabat sebagai juru bicara untuk al-Qaidah di anak benua India (AQIS). As-Sahab, lengan media milik kepemimpinan senior al-Qaidah dan AQIS, juga merilis rekaman audio dan transkrip tertulis pada 6 Juni lalu.

Pidato Mahmood juga disertai dengan spanduk, seperti di bawah, yang bergambarkan Musa yang sedang mengenakan pakaian jihadnya.

As-Sahab menggunakan spanduk ini untuk menunjukkan ungkapan belasungkawa Usama Mahmood kepada Zakir Musa

“Berita mengejutkan tentang syahidnya saudara Zakir Musa telah ‘memenuhi hati Mujahidin di sini dan di Afghanistan’ dengan kesedihan yang setara dengan (wafatnya) saudara-saudara Kashmir kita,” kata Mahmood. Implikasinya adalah bahwa Mahmood merekam pidatonya ini dari dalam Afghanistan.

Mahmood mengatakan bahwa syahidnya Musa merupakan sebuah ‘pesan’ dan ‘undangan’ bagi seluruh umat Islam untuk bergabung dengan revolusi Jihad. Mahmood menyatakan bahwa ketika seseorang mati di jalan Allah, berjuang untuk ‘membebaskan diri dari orang-orang Kafir,’ maka ia tidak mati sama sekali. Bahkan, menurut AQIS (yang didasarkan pada surat Ali Imran: 169 -red) Musa masih hidup, bahkan pesan yang dia sampaikan menjadi lebih kuat, yang kemudian menginspirasi orang lain untuk mempelajari jalan sejati menuju kemerdekaan dan amal shalih.

Mahmood mengatakan bahwa, meskipun sejumlah hambatan dilakukan oleh ‘tentara Hindu’, lebih dari 40,000 rakyat Kashmir menghadiri pemakaman Musa. ini adalah bukti bahwa pesan Jihad Musa telah menyebar, kata juru bicara AQIS. Ia menghimbau kepada seluruh umat Islam dan Mujahidin di Kashmir untuk sama-sama mengindahkan pesan komandan mereka yang telah wafat.

Mahmood mengatakan bahwa, meskipun sejumlah hambatan dilakukan oleh ‘tentara Hindu’, lebih dari 40,000 rakyat Kashmir menghadiri pemakaman Musa.

Mahmood mengibaratkan Musa seperti ‘bintang yang amat terang’, yang maknannya adalah bahwa ia telah bergabung dengan ‘gugusan’ para Syuhada’ yang meninggal karena tujuan mati syahid. Ia menyebut Burhan Wani (kawan Musa yang sudah gugur), Afzal Guru, Mullah Omar, Osama bin Laden, dan Abdul Rashid Ghazi, sebagai contoh utama bagi para mujahidin yang ingin mendapatkan kesyahidan.

Ribuan orang melayat pemakaman Zakir Musa di Kashmir

Kemudian dalam pesan yang sama, Mahmood juga menyebutkan pengorbanan yang telah dilakukan oleh Afzal Guru. Ia juga menyebutkan Ghazi Baba, seorang Mujahid Jaish e-Mohammed (JeM). JeM telah lama menerima dukungan dari bidang militer dan intelijen Pakistan.

Mahmood menyebutkan Afzal Guru dan Ghazi Baba bukan karena kebetulan semata.

Long War Journal menilai bahwa AQIS sedang menyindir kelompok-kelompok Jihad yang berfokus di Kashmir, yang didukung oleh Pakistan. Zakir Musa awalnya adalah bagian dari kelompok ini, sampai ia keluar dari Hizbul Mujahideen, dengan beralasan bahwa kelompok tersebut mendapat sponsor dari Pakistan.

Ini adalah pesan yang sama yang disebarkan oleh AQIS. Memang, Mahmood memuji Musa atas dedikasinya pada syariat Islam dengan segala cara. Menurut al-Qaidah, salah satu kekurangan kelompok-kelompok yang sedang berjuang dengan berfokus kepada nasionalisme Pakistan, adalah bahwa mereka bersedia berkompromi dengan pemerintahan demokrasi dalam penerapan hukum Islam.

Segera setelah penghargaan Mahmood kepada Musa diunggah secara online, AQIS juga menerbitkan sebuah video baru yang berjudul, ‘Para prajurit Ghazwat ul-Hind.’ Video ini menampilkan seorang Mujahid dari Srinagar yang dikenal sebagai Faisal Ashfaq Butt, yang wajahnya diburamkan karena alasan keamanan. Ia ditemani oleh dua pria bertopeng, dan spanduk-spanduk Jihad berkibar di belakang mereka.

Faisal Ashfaq Butt, seperti yang terlihat di video AQIS

Butt menjelaskan bahwa ia mengikuti contoh dari Ghazi Baba, seorang Mujahid yang melawan otoritas India dengan melakukan operasi jihad skala kecil di Srinagar. Baba memotivasi para Mujahidin di sana untuk menargetkan pihak otoritas India, termasuk pasukan keamanan dan anggota parlemen, menurut Butt.

Kesaksian Butt dimaksudkan untuk mengajak para Mujahidin dari kelompok-kelompok yang disponsori Pakistan untuk bergabung kepada al-Qaidah. Butt menyatakan bahwa dirinya, seperti Ghazi Baba dari JeM, telah menyadari bahwa negara Pakistan sedang menghalangi upaya jihad di Kashmir karena alasan tertentu. Sosok AQIS tersebut menjelaskan bahwa kelompoknya adalah kelompok yang layak diperjuangkan.

Hubungan al-Qaidah dengan kelompok-kelompok jihadis yang berfokus di Kashmir telah berlangsung selama puluhan tahun. Al-Qaidah sering mengandalkan kelompok-kelompok tersebut untuk memperdalam kemampuan para anggotanya, yang kemudian menghasilkan para komandan seperti Ilyas Kashmiri dan Rashid Rauf untuk menggantikan para komandan yang gugur dan memperluas kemampuan mereka. namun, pembentukan AGH menandai perubahan baru dalam ambisi al-Qaidah terhadap Kashmir, ketika para anggota al-Qaidah memutuskan untuk menunaikan kepentingan mereka sendiri.

Sejauh ini, kehadiran al-Qaidah dalam perjuangan Kashmir nampaknya belum begitu signifikan. Hanya sejumlah kecil pejuang yang diperlihatkan oleh AQIS dalam ‘Para prajurit Ghazawat ul-Hind.’ Namun tidak diragukan lagi bahwa kelompok tersebut berharap bahwa memori Musa akan menarik lebih banyak pejuang ke dalam barisan mereka. AGH juga telah mengumumkan pengganti Musa.

Pada tanggal 5 Juni, juru bicara AGH, seorang Mujahid yang dikenal sebagai Abu Ubaidah, merilis sebuah audio penghargaan kepada Musa dengan judul, ‘He Kept His Promise,’ (Ia Menepati Janjinya). Pesan tersebut dikaitkan dengan gambar-gambar Musa yang kemudian membentuk sebuah video pendek. Selain menghormati Musa, Abu Ubaidah juga mengatakan bahwa AGH telah menunjuk seorang amir baru, yaitu Abdul Hameed Lelhari (atau yang dikenal sebagai Abbas Musa). Adapun wakil amirnya adalah Ghazi Ibrahim.

Pendukung AGH juga membagikan sebuah video yang diduga direkam oleh Musa selama jam-jam terakhirnya. Musa merekam sebuah rekaman close up dirinya, menampilkan matanya yang menyapu sisi-sisi ruangan ketika pasukan India mendekat.

“Rakyat Kashmir-ku,” kata Musa. “Solusi perjuangan kita hanyalah Jihad, dan cara lain adalah kurang tepat.” Ia meminta pendukungnya untuk terus berdoa dan untuk, “mendukung para saudara di barisan AGH.”(RR).

Sumber : longwarjournal

 

Baca juga, DUKUNGAN MASYARAKAT KASHMIR PADA MUJAHIDIN AQIS SEMAKIN MENINGKAT