360 warga sipil Idlib meninggal akibat serangan udara Suriyah dan Rusia yang membabi buta

Duniaekspress.com. (11/6/2019). – Idlib – Sedikitnya dua puluh lima warga sipil, termasuk tujuh anak-anak, tewas di berbagai bagian provinsi Idlib selama serangan udara rezim dan Rusia pada Senin (10/06/2019), menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR).

SOHR menjelaskan, 13 di antaranya tewas dalam serangan udara pasukan rezim yang menargetkan desa Jabala di provinsi Idlib.

Menurut lembaga yang bermarkas di Inggris ini, serangan udara Suriah dan Rusia di Idlib dan sekitarnya sejak April lalu telah merenggut 360 nyawa warga sipil.

Dua puluh empat rumah sakit juga rusak dan 270.000 jiwa mengungsi ke wilayah yang lebih aman. Sebagian besar dari mereka menuju ke dekat perbatasan Turki, menurut PBB.

Mayoritas Idlib di bawah kendali Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) dan faksi-faksi Islam lainnya. Rusia menganggap HTS tak termasuk dalam kesepakatan yang ditandatanganinya dengan Turki karena gerakan itu metamorfosi dari Jabhah Nusrah, yang masuk dalam daftar teroris internasional. Namun HTS dan faksi-faksi Islam lainnya mendapat kepercayaan luas di kalangan warga Idlib. Mereka ditempatkan sebagai pahlawan yang secara tulus melindungi mereka di saat dunia bisu.

Perjanjian Turki-Rusia atas Idlib membuat basis terakhir oposisi Suriah itu relatif tenang selama beberapa bulan. Namun rezim dan Rusia menuduh Turki tak sepenuhnya menerapkan perjanjian sehingga mereka kembali meningkatkan kampanye militer.

Perkembangan di lapangan, faksi-faksi pejuang di Suriah utara mengumumkan operasi baru dengan sandi Al-Fath Al-Mubin. Operasi ini untuk membalas serangan rezim Assad dan Suriah. Seluruh faksi dari berbagai latar belakang ideologi ikut dalam pertempuran ini. (RR).

Sumber : AFP

 

Baca juga, BANA ALABED SERUKAN DUNIA UNTUK MENYELAMATKAN ANAK-ANAK SURIYAH DARI DAMPAK PERANG