duniaekspress.com, 15 Juni 2019. Pemimpin kelompok mujahidin Kashmir “Anshar Ghozwatul Hind” (AGH), Zakir Musa yang syahid (InsyaAlloh) pada bulan lalu oleh tentara keamanan india di Pulwama, area Tral, diiringi jenazahnya oleh 40.000 orang muslim Kashmir.

Zakir Musa, yang nama aslinya adalah Zakir Rashid Bhat berpisah dari Hizbul Mujahidin, sebuah kelompok perjuangan muslim Kashmir yang didukung Pakistan, dan berbaiat pada 2017 kepada Al-qaeda dalam organisasi perjuangan Kashmir: Anshar Ghozwatul Hind.

Protes merebak menyambut pemakaman sang mujahid kebanggaan masyarakat Kashmir, sampai-sampai pemerintah setempat menutup sekolah-sekolah dan mematikan operator seluler sementara waktu.

Namun yang paling mengherankan adalah bahwa Media telegram kelompok IS atau daulah baghdadi dengan nama ash shaff news, menyebut bahwa Zakir Musa sebagai murtad, seorang badut Al-qaeda. Sementara organisasi perjuangan Anshar Ghozwatul Hind yang beliau pimpin disebut sebagai kelompok shahawat (murtad). Bahkan bersyukur atas kematian beliau dengan mengucap hamdalah. Berikut cuplikan screen shootnya:

Sementara itu punggawa media daulah IS lainnya atas nama Abu Abdullah asy Syami menyebut Zakir Musa dimanfaatkan ketenarannya oleh Al-qaeda, dan dia bukan bagian dari Negara Islam. Berikut cuplikannya:

Kedua sayap media IS di atas merupakan referensi bagi chanel dan grup-grup pendukung daulah IS yang kerap menampilkan berita-berita terkini tentang operasi gerilya yang dilakukan kelompok ini di berbagai belahan dunia.

MUJAHIDIN AL-QAIDAH BEREAKSI ATAS WAFATNYA ZAKIR MUSA KOMANDAN JIHAD KASHMIR

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan bahaya mengkafirkan seorang muslim, beliau bersabda :

وَلَعْنُ الْمُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ وَمَنْ رَمَى مُؤْمِنًا بِكُفْرٍ فَهُوَ كَقَتْلِهِ.

“melaknat seorang mukmin sama dengan membunuhnya, dan menuduh seorang mukmin dengan kekafiran adalah sama dengan membunuhnya.” (HR Bukhari).

أَيُّمَا رَجُلٍ قَالَ لِأَخِيْهِ : يَا كَافِرَ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ.

“Siapa saja yang berkata kepada saudaranya,” Hai Kafir”. Maka akan terkena salah satunya jika yang vonisnya itu benar, dan jika tidak maka akan kembali kepada (orang yang mengucapkan)nya.” (HR Bukari dan Muslim).

لاَ يَرْمِى رَجُلٌ رَجُلاً بِالْفُسُوْقِ وَلاَ يَرْمِيْهِ بِالْكُفْرِ إِلاَّ ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ.

“Tidaklah seseorang memvonis orang lain sebagai fasiq atau kafir maka akan kembali kepadanya jika yang divonis tidak demikian.” (HR Bukhari).

Dengan pengkafiran terhadap tokoh mujahidin ini dan mengkafirkan seluruh personil dari kelompok yang mereka murtadkan semakin nyata bagi kita bahwa kelompok daulah baghdadi atau yang mereka akui sebagai Negara islam atau IS tak lain adalah kelompok takfiri yang mengkafirkan siapapun yang menselisihi mereka.

(RF)

Baca juga, VIRUS TAKFIR SERAMPANGAN MEMBAHAYAKAN UMMAT ISLAM