Al-qaidah di Anak benua India (AQIS) memuji Imarah Islam dalam Menghadapi Fitnah ISIS dan Amerika

Duniaekspress.com. (18/6/2019). – Afghanistan –  Syaikh Ashim Umar, seorang petinggi senior al-Qaidah, baru-baru ini merilis pernyataan panjang yang memuji tentang kemenangan Taliban (imarah Islam) di Afghanistan. Ia menyatakan bahwa ‘kekalahan’ Amerika telah membuktikan bahwa teknologi superior mereka tidak sebanding dengan iman para Mujahidin. Ia juga menambahkan bahwa para tentara Amerika sudah tidak ingin lagi berperang.

Syaikh Ashim Umar telah menjabat sebagai amir al-Qaidah di Anak Benua India (AQIS), tetapi tampaknya ia sudah tidak menjabat gelar tersebut, karena dalam pesan terbaru lainnya, AQIS mengidentifikasikan Syaikh Usamah Mahmood sebagai komandan umum mereka. Sebelumnya, Mahmood adalah juru bicara AQIS dan nampaknya juga memiliki tanggung jawab lain di dalam kelompok tersebut.

Namun, meskipun posisi Syaikh Ashim Umar saat ini masih belum diketahui, ia jelas masih merupakan tokoh senior al-Qaidah. Pesan baru Syaikh Ashim Umar, yang berjudul, ‘Dan pada hari itu, orang-orang yang beriman akan bersukacita,’ dirilis oleh as-Sahab untuk menandai perayaan Idul Fitri.

As-Sahab, yang merupakan lengan media milik al-Qaidah senior dan AQIS, telah menghasilkan berbagai versi dari pernyataan Umar tersebut. Pernyataan Umar dirilis dalam bahasa Arab, Inggris, dan Urdu. Transkrip berbahasa Inggris dapat dibaca di sumber artikel ini.

“Semoga Allah menjadikan kemenangan Imarah Islam Afghanistan sebagai sumber kekuatan untuk mengembalikan kehormatan dan kemuliaan umat Islam,” kata Umar di awal pesannya. “Kami atas nama anak benua (AQIS)… memberikan selamat atas kemenangan ini kepada Amirul Mukminin, Syaikh Hibatullah Akhundzada, Syaikh Ayman al-Zawahiri, dan para pemimpin Mujahidin maupun seluruh Mujahidin yang terlibat dalam berbagai bidang Jihad di seluruh dunia.”

Syaikh Hibatullah Akhundzada adalah amir Taliban, yang menyebut diri mereka sebagai Imarah Islam Afghanistan. Baik Taliban maupun al-Qaidah telah menyebut Syaikh Hibatullah Akhundzada sebagai ‘Amirul Mukminin’ atau ‘Amir orang-orang yang beriman,’ sebuah gelar yang diperuntukkan bagi seorang Khalifah Muslim.

Syaikh AshimUmar mendakwa presiden George W. Bush telah mendeklarasikan perang terhadap umat Islam di seluruh dunia, setelah aksi 11 September WTC attack. Para pejuang al-Qaidah menyatakan bahwa orang-orang Yahudi mengendalikan Amerika Serikat.

“Budak Yahudi yang sombong (Bush) mengatakan bahwa mereka tidak akan lelah, mereka tidak akan goyah, dan mereka tidak akan gagal,” kata Syaikh Ashim Umar. Tetapi hanya “orang-orang yang percaya kepada material (dunia) yang mempercayai ucapannya.” Orang-orang yang beriman akan terus berjuang, kata Syaikh Ashim Umar. Ia yakin bahwa Allah akan memimpin orang-orang yang beriman ke hari-hari yang lebih baik.

Syaikh Ashim Umar menyatakan bahwa ‘penjajahan Amerika di Afghanistan, merupakan salah satu bukti dari janji Allah,’ karena Allah akan ‘mempermalukan orang-orang yang kuat (secara material) di tangan orang-orang Muslim yang lemah (secara material).”

“Hari ini, setelah 18 tahun, janji Allah telah terpenuhi,” kata Syaikh Ashim Umar. Dahulu, Amerika menyatakan perang melawan Afghanistan, namun sekarang mereka “memohon untuk melakukan gencatan senjata,” kata Syaikh Ashim Umar. Syaikh Ashim Umar juga mempertanyakan, “di mana kekuatan angkatan laut, drone, dan pesawat pembom milik Amerika.” Seluruh teknologi tersebut telah gagal mengalahkan para Mujahidin.

“Tetapi sunnatullah tidak akan berubah, bahkan di era teknologi ini,” kata Syaikh Ashim Umar. “Ketika Allah menghukum orang-orang yang sombong, Dia melakukannya ketika mereka berada pada puncak kemajuan, di mana saat itu mereka merasa mabuk dalam kebanggaan supremasi mereka, hingga menyatakan diri mereka sebagai Tuhan.”

“Kemenangan Imarah Islam Afghanistan adalah kabar gembira bagi umat Islam, karena Allah ﷻ telah menghabisi musuh terbesar umat ini melalui Jihad ini, sampai-sampai pasukan dengan kekuatan super tersebut telah menolak untuk berperang lagi,” kata Syaikh Ashim Umar.

Imarah Islam Taliban pernah terlihat seperti akan hancur, kata Syaikh Ashim Umar. “Karena seluruh asetnya dirampok, dan sebagian besar pemimpinnya yang baik berada di penjara atau sudah mati Syahid.” Terlebih lagi, para Mujahidin, tidak memiliki senjata yang layak (hanya Kalashnikov dan ‘kapak’). Namun, umat Muhammad ﷺ ini terus berjuang.

Syaikh Ashim Umar menceritakan beberapa kisah yang menunjukkan kekuatan orang yang beriman. Contohnya, ia menyatakan bahwa tiga orang Mujahidin terbunuh oleh pesawat tanpa awak milik Amerika ketika mereka sedang berusaha menanam ranjau. Tapi hal itu tidak menghalangi Mujahidin keempat untuk melanjutkan pekerjaan ketiga temannya, dan akhirnya berhasil meledakkan bom di bawah konvoi militer Amerika. Umar menggunakan kisah ini untuk menyatakan bahwa iman para Mujahidin dapat mengalahkan kecakapan teknis yang superior milik Amerika.

“Kekalahan Amerika dan kemenangan Imarah Islam Afghanistan adalah kemenangan bagi seluruh umat Islam,” kata Syaikh Ashim Umar. “Bagi orang-orang yang lemah dan tertindas, ini adalah kabar gembira dari sebuah awal yang baru.” Syaikh AshimUmar mengatakan kepada para ulama dan para santri bahwa perang Afghanistan telah mengajarkan kepada mereka, bahwa “Umat Islam tidak boleh tunduk kepada kekuatan apapun.”

Syaikh Ashim Umar mengutip contoh dari seorang Mujahidin, ‘Amirul Mukminin’ Syaikh Mullah Mohammad Umar, pemimpin Taliban pertama. Syaikh Mullah Umar tidak pernah tunduk di hadapan siapapun kecuali Allah. Ia berperang sendirian melawan kekuatan kafir untuk menyelamatkan seorang Muslim, untuk menyelamatkan kehormatan umat Islam, dan untuk menyelamatkan kemuliaan umat Islam. Seorang Muslim yang dimaksud Syaikh ashim Umar adalah Syaikh Usamah bin Laden, yang berada di bawah perlindungan Syaikh Mullah Umar.

Bersambung … 

 

Baca juga, SYAIKH ASHIM UMAR : KEKALAHAN AMERIKA DAN SEKUTUNYA NATO ADALAH KEMENANGAN UMMAT