Syaikh Ashim Umar : Kekalahan Amerika dan sekutunya NATO adalah kemenangan Ummat 

Duniaekspress.com. (17/6/2019). –  Kabul – Seorang figur senior al-Qaidah, Syaikh Ashim Umar, merilis sebuah pernyataan yang memuji dan mengapresiasi kemenangan Taliban di Afghanistan. Menurutnya, kekalahan AS dan sekutunya NATO membuktikan bahwa superioritas teknologi senjata Amerika tak mampu menandingi keimanan para Mujahidin, di samping itu bahwa pasukan Amerika sudah tidak lagi memiliki semangat untuk bertempur.

Sebelumnya Syaikh Ashim Umar pernah memimpin al-Qaidah cabang anak benua India (AQIS) yang saat ini diduga sudah digantikan oleh figur pemimpin yang lain, yaitu Syaikh Usamah Mahmud, sebagaimana dinyatakan dalam pesan terbarunya tersebut. Ketika AQIS masih dipimpin oleh Sayikh Ashim Umar, Syaikh Usamah Mahmud bertindak sebagai juru bicara kelompok itu, termasuk mengisi sejumlah tanggung jawab & jabatan lain.

Meskipun belum diketahui secara jelas posisi Syaikh Ashim Umar saat ini, yang pasti bahwa ia termasuk salah satu tokoh senior di dalam organisasi al-Qaidah. Pesan & pernyataan terbaru Syaikh Ashim Umar bertajuk “Dan Di Hari Itu Orang-Orang Beriman Bergembira” yang dirilis pada hari Kamis (13/06) oleh media As-Sahab ini dipublikasikan menandai momen Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Sebagai sayap media al-Qaidah pusat & AQIS, As-Sahab merilis pernyataan Syaikh Ashim Umar ini dalam tiga versi bahasa: Arab, Inggris, dan urdu.

“Semoga Allah jadikan kemenangan Imarah Islam Afghanistan ini sebagai jalan untuk mengembalikan kehormatan & kemuliaan Ummat,” kata Syaikh Ashim Umar di awal pernyataannya. “Kami atas nama anak benua (AQIS, red)…mengucapkan selamat atas kemenangan kepada Amirul Mukminin, Syaikh Hibatullah Akhundzada, juga kepada Syaikh Aiman adz-Dzawahiri, dan kepada pemimpin-pemimpin Mujahidin dan para Mujahidin yang berada di medan jihad di seluruh dunia.”

Syaikh Akhundzada adalah pemimpin entitas Taliban yang juga dikenal sebagai Imarah Islam Afghanistan. Baik Taliban maupun al-Qaidah kerap menyebut Syaikh Akhundzada sebagai Amirul Mukminin, sebuah predikat yang biasa digunakan oleh seorang khalifah kaum Muslimin.

Di bagian lain, Syaikh Ashim Umar menuding mantan Presiden AS George W. Bush telah mendeklarasikan perang kepada Umat Islam di seluruh dunia pasca serangan heroik pada tanggal 11 September 2001. Dalam hal ini, media Barat masih konsisten menganggap al-Qaidah terus menggunakan teori konspirasi yang menggambarkan Yahudi sebagai pihak yang mengendalikan AS.

“Bush budak Yahudi yang arogan pernah mengatakan bahwa kami (AS, red) tidak akan pernah lelah, kami tidak akan ragu, dan kami tidak akan gagal,” kata Syaikh Ashim Umar mengutip pernyataan Bush. “Hanya orang-orang materialistis saja yang mudah percaya dengan pernyataan tersebut, dan meyakini bahwa tidak ada lagi tempat bagi Jihad, dan pemerintahan yang berdasarkan Syariat akan habis. Tetapi orang-orang beriman akan terus berjihad & berperang karena meyakini bahwa Allah akan memberikan kepada mereka hari-hari yang lebih baik.”

“Invasi Amerika ke Afghanistan merupakan bukti salah satu janji Allah, karena itu Allah menghinakan (Amerika) yang kuat melalui tangan Kaum Muslimin yang lemah dan tidak memiliki senjata memadai.”

“Hari ini setelah 18 tahun berlalu, janji Allah telah terpenuhi. Amerika yang dulunya menebar ancaman dengan perang, saat ini mereka lah yang memohon gencatan senjata,” kata Umar. Dengan kalimat retoris, Ashim Umar bertanya, “Kemana kapal-kapal perang, drone, dan pesawat-pesawat pembom Amerika itu pergi sekarang? Semua teknologi Amerika itu telah gagal mengalahkan Mujahidin.”

“Dan sunnatullah tetap tidak akan berubah di era teknologi sekalipun. Ketika Allah menghukum orang-orang yang sombong, Ia (Allah) menghukum mereka di saat mereka berada di puncak kehebatan, ketika mereka mabuk dan bangga dengan superioritas tersebut dan menyatakan diri mereka sebagai Tuhan.”

“Kemenangan Imarah Islam (Taliban) merupakan suka cita bagi Umat Islam, karena Allah Ta’ala telah melemahkan musuh terbesar Umat melalui serangan para Mujahidin sehingga akhirnya menyebabkan pasukan negara superpower itu menolak bertempur.”

“Imarah Islam Taliban awalnya terlihat seolah bakal habis, karena seluruh aset mereka telah dirampok, dan sebagian besar pemimpin mereka dipenjara atau banyak yang telah gugur menjemput syahid. Apalagi para pejuang Mujahidin yang hanya bersenjata Kalashnikov dan senjata-senjata tua lainnya, termasuk kampak, terlihat tidak memiliki persenjataan yang memadahi. Walau demikian, ‘putra-putra Muhammad’ tetap terus bertempur dan berperang.”

Ashim Umar mengisahkan beberapa kejadian yang menunjukkan bahwa keimanan mengalahkan teknologi senjata Amerika. Sebagai contoh, tiga mujahidin gugur terbunuh oleh pesawat drone Amerika ketika mereka mencoba memasang sebuah bom/ranjau. Insiden itu tidak menghalangi orang keempat untuk menggantikan posisi mereka sebelumnya yang kemudian berhasil meledakkan bom/ranjau tersebut yang menargetkan konvoi pasukan Amerika.

“Kekalahan Amerika dan kemenangan Imarah Islam di Afghanistan merupakan kemenangan Umat Islam secara keseluruhan. Bagi orang-orang yang lemah dan teraniaya, ini merupakan kabar gembira di awal sebuah tahap yang baru.” Umar kemudian menyampaikan kepada para ulama/cendekiawan & para penuntut ilmu sebuah hikmah: “Jihad Afghan telah memberi pelajaran bahwa mereka tidak boleh tunduk di bawah kekuatan manapun.”

Umar kemudian mengambil contoh yang baik yang diberikan oleh pemimpin sekaligus pendiri Taliban, Mullah Muhammad Umar. Mullah Umar tidak pernah tunduk di bawah tekanan & kekuatan apapun, sebaliknya ia memilih berperang walau sendirian melawan kekuatan-kekuatan Kafir untuk membela seorang Muslim dalam rangka melindungi kemuliaan dan kehormatan Islam. Dan “seorang Muslim” itu adalah Usamah bin Ladin. Mullah Umar menolak menyerahkan Usamah bin Ladin kepada AS menyusul peristiwa fenomenal yang telah mengubah dunia, yaitu Serangan 11 September. (RR).

Sumber : TLWJ

Baca juga, MUJAHIDIN AL-QAIDAH BEREAKSI ATAS WAFATNYA ZAKIR MUSA KOMANDAN JIHAD KASHMIR