ADA APA DIBALIK KAMPANYE AMERIKA MELAWAN ISIS DI AFGHANISTAN?

duniaekspress.com, 19 Juni 2019. Kepala Komando Sentral Amerika, Jenderal Frank McKenzie menyebut ISIS ancaman serius bagi Amerika, dan merujuk khusus ke Afghanistan menyatakan bahwa militan ISIS memiliki “aspirasi” untuk menyerang AS. Namun, selama Amerika tetap menekan mereka maka situasi dapat tetap dipertahankan, mereka tidak akan bisa melakukannya. Sentimen kampanye serupa juga digaungkan oleh para pejabat Amerika lainnya dan para pemimpin yang berselisih, namun motivasi sesungguhnya di balik pernyataan semacam itu patut dipertanyakan – apakah ISIS benar-benar kekuatan yang sangat kuat yang mampu menargetkan Amerika dari Afghanistan, atau hanyalah sebuah keinginan Amerika untuk melanjutkan agresi dan ketidakadilan dengan cara menakut-nakuti masyarakat lagi seperti biasanya? Lebih jauh, jika AS benar-benar terancam oleh kelompok di Afghanistan, mengapa menghindari untuk menyerang ancaman tersebut secara langsung dan efektif dan bukan malah menghambat upaya anti-ISIS yang kita lakukan?

Semua menunjuk ke satu hal. Orang-orang yang dikenal yang terkait dengan pemerintahan boneka di Kabul, pada beberapa kesempatan telah membuat pengakuan adanya bantuan Amerika untuk ISIS di Afghanistan. Bantuan tersebut terdiri dari, meskipun tidak terbatas pada misalnya kasus militan ISIS diangkut oleh helikopter di seluruh wilayah dan memberikan bantuan saat pertempuran dengan Taliban. Mujahidin sebenarnya memiliki banyak waktu untuk mengejar militan ISIS ke pengepungan terakhirnya, tetapi pasti, pesawat-pesawat Amerika akan tiba dengan tepat waktu sebagai penyelamat, membom Mujahidin dan dengan demikian memudahkan “aset” mereka mencari rute pelarian.

Tentu saja, bukan rahasia lagi bahwa baik penjajah dan boneka Kabul telah menyediakan ISIS dana dan sumber daya lainnya, dengan realitas yang paling jelas ditunjukkan dalam contoh apa yang terjadi di provinsi Jowzjan tahun lalu: tidak lama setelah Mujahidin memulai operasi mereka melawan ISIS di distrik Darzab Jowzjan yang diserobot oleh tentara Amerika dengan membom garis depan Mujahidin, meskipun upaya ini gagal mencegah kekalahan ISIS dan pembebasan daerah-daerah di bawah kendalinya. Sementara itu, tentara Amerika mengangkut 250 gerilyawan ISIS, di antaranya para pemimpin dan komandan terkenal, dari medan perang ke tempat yang aman di Kabul dan Balkh, di mana mereka disambut dengan sambutan yang penuh kasih, layaknya tamu terhormat.

Habib ul rahman, pimpinan ISIS Jowzjan menyerah bersama 152 anggotanya kepada pemerintah boneka Kabul, dia meminta perlindungan kepada pemerintah

Orang harus berhati-hati untuk tidak salah mengira kalau kenyataan yang disampaikan ini hanya merupakan propaganda atau spekulasi, dan juga bukan penjelasan yang diberikan semata-mata oleh Imarah Islam, tetapi ini juga disadari masyarakat Afghanistan, pihak berwenang dan negara-negara tetangga (Pakistan, Iran, Federasi Rusia) yang juga menyadari proyek ISIS Amerika yang keterlaluan di Afghanistan. Bantuan militer dan upaya propaganda yang diarahkan oleh AS dalam hal ini bertujuan untuk melemahkan Imarah Islam yang didukung luas, mengancam musuh-musuh AS di wilayah tersebut dan mengamankan kepentingannya. Masih sangat jelas bagi yang mengetahui bahwa ISIS hanyalah alat kekuatan imperialistik dan terus menggunakan kelompok itu untuk mempromosikan perang dan konflik di dunia Muslim.

250 tentara Daulah IS menyerahkan diri beserta senjatanya kepada pemerintah boneka Afghan

Namun, Imarah Islam meyakinkan bangsanya yang tertindas bahwa jihad melawan pasukan penjajah, boneka Kabul dan ISIS akan terus berlanjut. Biar tetap jelas bahwa kekuatan asing maupun domestik tidak akan diizinkan untuk menganggap enteng masa depan rakyat Afghanistan dan menantang nilai-nilai Islam dan kepentingan bangsa mereka.

(RF dari al emarah)

Baca juga,

MURSI MENGALAMI PENYIKSAAN DI PENJARA