Departemen Luar Negeri AS Mencari Jaminan Kontraterorisme

Baca sebelumnya, PBB : IMARAH ISLAM AFGHANISTAN (TALIBAN) “RUMAH BESAR” BAGI PARA JIHADIS DUNIA

Duniaekspress.com. (25/6/2019). – Washington – Taliban Pakistan bukan satu-satunya organisasi jihad asing yang berbasis di provinsi Kunar. PBB mengatakan bahwa Kunar masih menjadi area fokus bagi para pejuang asing, dengan Lashkar-e-Taiba (LeT), menjadi salah satu kelompok yang paling menonjol yang beroperasi di sana.

LeT bertindak sebagai ‘fasilitator utama’ dalam kegiatan rekrutmen dan dukungan keuangan. Para pejabat Afghanistan mengatakan bahwa sekitar 500 anggota LeT aktif di provinsi Kunar dan Nanagarhar.

LeT nampaknya mencoba untuk membangun semacam gencatan senjata antara Taliban dan ISIS di Khurasan. Tapi nampaknya baru-baru ini LeT menjauhkan diri dari para loyalis Baghdadi tersebut, dan memainkan peran yang ‘lebih netral.

Beberapa kelompok jihadis kecil Asia Tengah terus berjuang di bawah kendali operasional dan keuangan langsung dari Taliban. PBB mendaftar kelompok-kelompok tersebut, yaitu; Gerakan Islam Uzbekistan (IMU), Katiba Imam al-Bukhari (KIB), dan Kelompok Jihad Islam (IJG). Dua kelompok terakhir adalah pecahan dari IMU.

IMU terpecah sebagai akibat dari bangkitnya ISIS, di mana pemimpin kelompok tersebut memutuskan untuk bergabung dengan al-Baghdadi. Namun, Taliban membalas dengan cara menghukum IMU karena membelot ke ISIS. PBB menganggap sisa IMU, yang masih loyal kepada Taliban, sebagai kelompok kecil. IMU, yang berbasis di Faryab dan Jowzjan, tidak lebih dari 100 orang, dan setengah dari mereka adalah anggota keluarga.

KIB berafiliasi dengan al-Qaidah dan melakukan operasi untuk Taliban. Menurut PBB, KIB memiliki sekitar 40 sel pejuang yang beroperasi di Afghanistan.

IJG (juga dikenal sebagai Persatuan Jihad Islam), berbasis di provinsi-provinsi di Afghanistan Utara; yaitu Takhar dan Badakhshan. IJG terdiri dari sekitar 50 orang pejuang. PBB mengklaim bahwa IJG juga dikendalikan oleh Taliban.

Zalmay Khalilzad memimpin upaya Amerika untuk mengamankan kesepakatan damai dengan Taliban. Khalilzad mengatakan kepada pers pada awal tahun ini bahwa dia sudah puas dengan jaminan kontraterorisme yang diberikan oleh Taliban, terlepas dari kenyataan bahwa Taliban tidak menolak kehadiran al-Qaidah atau organisasi jihadis lainnya di Afghanistan.

Para analis PBB menulis bahwa Taliban terus mendapatkan dukungan dari al-Qaidah di Afghanistan. “Masih harus dilihat apakah mereka akan bersedia untuk menyerah demi terlaksananya perundingan damai.”

Sejauh ini, al-Qaidah bahkan belum menunjukkan tanda-tanda pengkhianatan. Seperti yang dicatat PBB, al-Qaidah terus mengeluarkan pernyataan yang menekankan bahwa Imarah Islam Taliban di Afghanistan adalah contoh bagi semua Muslim untuk diikuti.

Syaikh Aiman Al-Zawahiri merilis sebuah video pada Agustus 2018. Dalam video tersebut, Syaikh Aiman al-Zawahiri menyatakan bahwa al-Qaidah menganggap Imarah Islam Taliban sebagai pusat kekhalifahan yang akan bangkit, ia juga menyarankan seluruh umat Islam untuk mendukung perang Taliban melawan perang Tentara Salib di Afghanistan dan di negeri Islam lainnya.

mayat tentara Amerika di Afghanistan

Kelompok sekutu Taliban dan al-Qaidah yang dibahas dalam laporan PBB beroperasi di seluruh wilayah di Afghanistan, serta beroperasi secara global. Mereka saat ini tidak terbatas di Afghanistan saja. LWJ menilai bahwa kelompok-kelompok ini kemungkinan tidak akan membatasi kegiatan mereka ketika -dan jika- pasukan Barat meninggalkan Afghanistan.

AQIS telah merencanakan aksi di Pakistan, sementara mereka juga menjalankan kamp di Afghanistan dan mempertahankan kehadiran mereka di negara-negara tetangga. Lashkar e-Tayyiba menentang pasukan India di Kashmir, dan telah melakukan serangan balasan atas kekerasan yang dilakukan pasukan India.

Taliban Pakistan terus menyerang pasukan pemerintah di Selatan perbatasan (Taliban Pakistan menentang negara Pakistan, meskipun Jaringan Haqqani bekerjasama dengan beberapa bagian pemerintah). Sedangkan KIB dan TIP, selain mempertahankan kehadiran mereka di Afghanistan, mereka juga berperang di Suriah.

PBB mengatakan bahwa kelompok-kelompok jihad kecil di Asia Tengah yang telah bersekutu dengan Taliban mungkin menyembunyikan simpati dan ambisi ISIS untuk kemudian melancarkan serangan di Asia Tengah.

Saat ini mereka tidak menyerang di luar perbatasan Afghanistan, karena Taliban berfokus pada reklamasi kepemimpinannya. Tetapi hal itu bisa berubah di masa yang akan datang. Dan jika Taliban benar-benar menghalangi kelompok-kelompok kecil tersebut untuk beroperasi di luar Afghanistan, maka ada kemungkinan bahwa beberapa dari mereka akan membelot ke ISIS. Para pejabat AS menyatakan bahwa beberapa pejuang Taliban mungkin juga akan membelot jika terjadi perjanjian damai.

Namun, Taliban belum meninggalkan aliansi selama puluhan tahun dengan kelompok-kelompok ini, maupun dengan al-Qaidah. (RR).

Sumber :   longwarjournal

 

Baca juga, STRATEGI KONTRATERORISME PRESIDEN DONALD TRUMP TELAH MENGGANDAKAN KEGAGALAN STRATEGI MASA LALU