Upaya perundingan untuk penarikan tentara AS dari Afghanistan memasuki putaran ke tujuh

Duniaekspress.com. (28/6/2019). – Afghanistan – Utusan AS Zalmay Khalilzad dan Taliban mengkonfirmasi putaran berikutnya perundingan AS-Taliban akan dimulai di Doha pada 29 Juni 2019.

Amerika Serikat dan Taliban akan membuka perundingan baru di Qatar sebagai bagian dari upaya untuk menemukan solusi damai bagi perang Afghanistan yang telah berlangsung selama 18 tahun.

Dalam sebuah posting Twitter pada hari Ahad (23/6), Perwakilan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan mengatakan bahwa “kemajuan yang lebih cepat” diperlukan dalam upaya negosiasi dan bahwa putaran ketujuh pembicaraan AS-Taliban akan dimulai pada 29 Juni di Doha.

“Saya percaya semua pihak menginginkan kemajuan yang cepat,” kata Zalmay Khalilzad.

Kami akan memulai putaran pembicaraan berikutnya pada 29 Juni. Berdasarkan kunjungan terakhir saya ke #Afghanistan dan #Qatar, saya yakin semua pihak menginginkan kemajuan yang cepat. #AfghanPeaceProcess

– Perwakilan Khusus AS Zalmay Khalilzad (@ US4AfghanPeace) 22 Juni 2019

Pada bulan Mei, para perunding AS dan Taliban menyelesaikan perundingan damai putaran keenam di Qatar dengan “sejumlah kemajuan” yang dibuat berdasarkan rancangan perjanjian yang mencakup penarikan pasukan AS dari Afghanistan , gencatan senjata nasional dan pembicaraan-pembicaraan intra-Afghanistan.

Tetapi pada saat itu, Khalilzad mengatakan “langkah” perundingan itu tidak “memadai ketika begitu banyak konflik yang terus berkecamuk dan orang-orang tak berdosa sedang sekarat”.

Taliban telah lama menuntut agar AS menarik pasukan yang dikirim ke Afghanistan setelah serangan 11 September 2001 di AS. Tahun itu, koalisi militer pimpinan-AS menggulingkan pemerintah Taliban karena dituduh melindungi Al-Qaidah, kelompok yang dipersalahkan atas serangan-serangan di AS.

Saat ini, sekitar 17.000 tentara asing, termasuk satu kontingen yang berjumlah sekitar 14.000 tentara AS, bermarkas di Afghanistan sebagai bagian dari misi NATO yang dipimpin AS untuk melatih, membantu, dan memberi nasihat kepada pasukan Afghanistan.

Beberapa pasukan AS juga melakukan operasi “kontraterorisme”.

AS telah mengatakan tidak akan menyetujui penarikan pasukan sampai Taliban berkomitmen untuk mencegah wilayah Afghanistan digunakan oleh kelompok-kelompok “teror” internasional, serta gencatan senjata dan dialog dengan pihak-pihak Afghan lainnya.

Namun Taliban berkeras dengan jadwal penarikan pasukan AS.

Sejauh ini, Taliban juga menolak untuk berunding dengan pemerintah Presiden Ashraf Ghani di Kabul, yang mereka sebut sebagai pemerintah “boneka” Barat.

Sementara itu, pertempuran sengit terus berlanjut di seluruh negeri bahkan ketika Taliban masih terlibat pembicaraan dengan AS. Taliban sekarang mengendalikan atau memegang pengaruh atas lebih banyak wilayah Afghanistan daripada kapanpun sejak 2001. (RR).

Sumber :   aljazeera 

 

Baca juga, REZIM BONEKA AMERIKA DI KABUL SABOTASE HUBUNGAN POLITIK IMARAH ISLAM AFGHANISTAN DENGAN SEJUMLAH NEGARA KAWASAN DAN DUNIA