Kompleks Departemen Pertahanan Rezim Boneka Afghanistan diserbu Mujahidin Taliban 10 orang tewas dan 65 lainnya terluka

Duniekspress.com. ( 2/7/2019) – Kabul – Pejuang Imarah Islam Afghanistan (Taliban) kembali meluncurkan serangan di ibukota Afghanistan, Kabul, pada Senin pagi (01/07/2019). Target kali ini gedung Departemen Pertahanan. Dilaporkan sedikitnya 10 tewas dan 65 luka-luka dalam serangan itu, menurut sumber pemerintah.

Serbuan diawali ledakan besar yang mengejutkan warga ibukota. Mujahidin Taliban mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ledakan bom di pusat ibukota itu bagian dari serangan yang dilakukan oleh para pejuangnya menargetkan kompleks Kementerian Pertahanan rezim boneka Afghanistan.

“Sasarannya adalah fasilitas teknis Kementerian Pertahanan,” kata seorang pejabat Taliban, seperti dilansir kepada media.

Pada bagiannya, sumber pejabat keamanan mengatakan setidaknya tiga pria bersenjata memasuki sebuah bangunan yang terletak di kompleks Kementerian Pertahanan rezim boneka Afghanistan. Mereka masuk setelah ledakan di dekat Gedung Teknis dan Logistik Kementerian Pertahanan tersebut.

“Orang-orang bersenjata menyerbu gedung dan mereka terlibat baku tembak sengit dengan pasukan rezim boneka Afghanistan setelah ledakan dahsyat itu,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Nasrat Rahimi.

Ia mengklaim bahwa ledakan terjadi di kompleks padat penduduk di sekitar kompleks Dephan. Di sisi lain, sumber keamanan mengatakan bahwa ledakan yang bersumber dari truk itu terjadi di dekat gedung Teknis Departemen Pertahanan.

Sebuah sumber di Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan, sejauh ini terdata 10 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat ledakan tersebut. Jumlah korban kemungkinan bertambah, mengingat saat ini berita ini diturunkan baku tembak belum berhenti.

Mengutip dari media al-jazeera seorang juru bicara polisi mengatakan ledakan itu terjadi di depan markas tim sepak bola nasional Afghanistan, sebelum para penyerang menyerbu sebuah gedung pemerintah di dekatnya.

Polisi menutup daerah tersebut dan jalan-jalan menuju kompleks lembaga-lembaga pemerintahan dan asing. Sementara pesawat militer berputar-putar di atas lokasi serangan.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa ledakan tersebut sangat dahysat terjadi di kawasan diplomat di pusat kota Kabul sehingga menyebabkan asap membumbung tinggi di langit. Sementara AFP menambahkan, terdengar baku tembak di lokasi bom.

Serangan itu bertepatan dengan dimulainya kembali negosiasi di Doha antara Taliban dan pemerintah AS.

Selama kunjungannya ke Kabul pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan harapannya untuk perjanjian damai dengan Taliban “sebelum 1 September”. (RR).

Sumber : Al-Jazeera

 

Baca juga, REZIM BONEKA AMERIKA DI KABUL SABOTASE HUBUNGAN POLITIK IMARAH ISLAM AFGHANISTAN DENGAN SEJUMLAH NEGARA KAWASAN DAN DUNIA