Mujahidin Taliban berhasil rebut Provinsi Jawzjan dari Tangan rezim Afghanistan Boneka Penjajah AS

Duniaekspress.com. (5/7/2019). – Jawzjan – Pertempuran sengit terjadi di distrik Qush Tepa di provinzi Jawzjan Afghanistan, yang sebelumnya diperebutkan. Distrik Qush Tepa akhirnya berhasil direbut oleh Mujahidin Taliban pada 2 Juli lalu. Setelah beberapa kali pertempuran, distrik Qush Tepa berhasil direbut, kata pejabat rezim boneka Afghanistan dan Taliban sendiri.

Gubernur provinsi Jawzjan mengatakan bahwa  Mujahidin Taliban menutup semua akses jalan ke distrik tersebut pada hari Senin (1/7) dan berhasil menewaskan lima tentara, rezim boneka Afghanistan.

“Berdasarkan keadaan di lapangan, tampaknya distrik tersebut -sayang sekali- telah jatuh ke tangan Taliban,” kata Gubernur Lotfullah Azizi kepada kantor berita di Afghanistan.

Juru bicara Mujahidin Taliban, Syaikh Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa para pejuangnya berhasil merebut distrik itu pada hari selasa (2/7).

“Markas Distrik (DHQ) Qush Tepa di Jowzjan beserta seluruh bangunannya telah jatuh ke tangan mujahidin, yang berhasil menewaskan 10 orang bersenjata, melukai 25 orang, dan menahan 78 lainnya. Sejumlah besar pasukan musuh bersembunyi, dan saat ini sedang dikejar. Sejumlah besar peralatan / senjata telah disita, perincian lebih akan datang,” tulis Mujahid di akun Twitter resminya.

Meningkatnya serangan dan keberhasilan Mujahidin Taliban dalam merebut provinsi Jawzjan adalah bagian dari tren yang diharapkan kaum muslimin dan merealisasikan pemerintahan islam oleh Taliban di Afghanistan utara. Sepuluh tahun yang lalu, Jawzjan dan provinsi-provinsi di sekitarnya masih minim kehadiran Taliban. Hari ini, Mujahidin Taliban mengendalikan tiga dari 11 distrik di Jawzjan, dan memperebutkan lima distrik lainnya.

Hal yang sama terjadi di provinsi-provinsi yang berbatasan dengan Jawzjan. Di Sar-i-Pul, Mujahidin Taliban mengendalikan satu dari tujuh distrik di provinsi tersebut dan memperebutkan lima lainnya. Di Faryab, Mujahidin Taliban mengendalikan lima distrik dan memperebutkan enam dari total 15 distrik. Di Balk, Taliban mengendalikan dua distrik dan memperebutkan dua dari 14 distrik yang tersisa.

Militer AS berhenti melaporkan status keamanan distrik di Afghanistan sejak akhir 2018. Pasukan Resolute Support menyatakan bahwa negosiasi adalah tentang perdamaian agar AS bisa menarik diri tentaranya bisa keluar dari zona merah di Afghanistan dengan selamat, bukan tentang keamanan distrik. Itulah ukuran nyata. Sebenarnya, pasukan Resolute Support tahu bahwa Mujahidin Taliban berusaha mengendalikan sebanyak mungkin wilayah di Afghanistan. (RR)

Sumber : Longwarjournal

 

Baca juga, MUJAHIDIN TALIBAN UNJUK EKSISTENSINYA DI KOTA-KOTA BESAR YANG TELAH BERHASIL DIREBUT DARI KAUM PENJAJAH AS