Duiaekspress.com (10/7/2019)- Lebih dari 50 pemukim ilegal Yahudi pada hari Senin (8/7), menyerbu area Masjid Al-Aqsha di sisi barat masjid melalui Gerbang Maghariba dengan mendapatkan pengawalan ketat dari pasukan militer Israel.

Para pemukim ilegal Yahudi bebas dan dilindungi ketika melakukan tur provokatif di area Masjid Al-Aqsha, sementara itu pasukan penjajah Israel justru memberlakukan prosedur keamanan yang ketat bagi kaum muslimin Palestina.

Baca Juga:

LAKUKAN PELECEHAN SEKSUAL, VATIKAN CABUT IMUNITAS UTUSANNYA

Polisi Israel yang ditempatkan di pintu masuk kompleks masjid terus memberlakukan pembatasan pada para jamaah Palestina yang ingin melakukan sholat sehari-hari mereka di situs suci. Mereka menahan kartu identitas para pemuda saat mereka masuk ke Masjid Al-Aqsha.

Pagi kemarin pagi, otoritas pendudukan Israel mengeluarkan tiga perintah deportasi terhadap pemuda Palestina yang ditangkap di masjid al- Aqsha.

Baca Juga:

BELANDA ADILI WARGANYA YANG TERLIBAT ISIS DENGAN DAKWAAN PENHJAHAT PERANG

Pasukan penjajah Israel menutup Gerbang Maghariba pada jam 11 pagi, setelah masa penyerbuan pagi dan tur provokatif yang dilakukan para pemukim pendatang ekstrim Yahudi berakhir.

Setiap hari, kecuali hari Jum’at dan Sabtu, Masjid Al-Aqsha mengalami serangkaian penyerbuan dan pelanggaran yang dilakukan oleh para pemukim pendatang Yahudi dan berbagai kalangan penjajah Israel, dalam upaya mereka untuk memperluas kontrol penuh atas masjid tersebut.

Biasanya penyerbuan dilakukan dua kali, pagi hari hingga pukul 11 siang dan sore hari usai shalat dzuhur. [dbs]