Duniaekspress.com (09/07/2019)- Dihujani bom oleh pasukan pemerintah Suriah yang dipimpin Bashar al Assad, 12 warga sipil termasuk tiga anak tewas pada serangan yang terjadi pada hari Ahad (7/7) di Barat Laut Suriah.

Idlib, wilayah yang berpenduduk sekitar tiga juta orang, mendapat serangan yang meningkat dari rezim pemerintah Suriah yang disokong sekutu utamanya Rusia sejak akhir April, kendatipun kesepakatan gencatan senjata internasional telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Benteng oposisi, yang dikelola oleh para pejuang Hayat Tahrir al-Sham, termasuk sebagian besar provinsi Idlib serta irisan provinsi Aleppo, Hama dan Latakia yang berdekatan.

“Tujuh warga sipil, termasuk seorang gadis, tewas dalam tembakan artileri rezim dan serangan udara di utara provinsi Hama,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

“Empat lagi, termasuk seorang bapak dan putranya yang masih kecil, kehilangan nyawa ketika pesawat rezim menjatuhkan bomnya di dekat kota Maaret al-Noman di provinsi Idlib,” tambah observasi Suriah untuk HAM yag berbasis di Inggris.

Anak ketiga tewas dalam tembakan roket rezim di tanah pertanian di desa Jadariya, Idlib.

Baca Juga:

KOALISI ARAB GAGALKAN SERANGAN SYIAH HOUTHI

IRAN IZINKAN TERPIDANA MATI MENJUAL ORGAN

Pada hari Jumat dan Sabtu, serangan oleh pemerintah Damaskus dan sekutu Rusianya menewaskan 20 warga sipil termasuk enam anak.

Lebih dari 540 warga sipil telah tewas dalam serangan rezim dan Rusia di Suriah barat laut sejak akhir April, kata tim pemantau.

PBB mengatakan 25 fasilitas kesehatan di wilayah itu telah terkena dampaknya.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 370.000 orang dan jutaan orang terlantar sejak dimulai pada 2011 dengan penumpasan brutal terhadap protes anti-pemerintah.