Duniaekspress.com (10/7/2019)- Dikabarkan sedikitnya tiga orang tewas dan empat lainnya luka-luka ketika tiga bom mortir menghantam kota Shirqat, Irak utara, pada hari Selasa (9/7),

Pejabat polisi di daerah itu mengatakan kelompok gerilyawan ISIS terlibat dalam serangan itu dan mortir itu ditembakkan dari daerah pegunungan terdekat tempat gerilyawan masih aktif.

“Pejuang ISIS bersembunyi di daerah pegunungan Makhoul dan menggunakannya sebagai landasan untuk serangan mereka,” kata kolonel polisi Shirqat, Khalil Sahan, sepertin yang diansir al Arabiya, Selasa (9/7/2019).

Baca Juga:

PEMUKIN YAHUDI LAKUKAN TUR PROVOKASTIV DI AL-AQSHA

LAKUKAN PELECEHAN SEKSUAL, VATIKAN CABUT IMUNITAS UTUSANNYA

ISIS baru-baru ini juga melakukan serangkaian aksi serangan tabrak lari yang ditujukan untuk merusak pemerintah.

Irak menyatakan kemenangan atas kelompok itu, yang pernah memegang petak besar negara itu, pada Desember 2017. Namun setelah mereka dikalahkan dan diusir dari daerah yang mereka kuasai selama bertahun-tahun, para militan telah menyesuaikan taktik mereka dengan serangan gaya pemberontak.

Perang melawan kelomok ISIS yang dikampanyekan Irak pada tahun 2017, lebih dari 40.000 warga sipil tewas di Mosul menurut laporan intelijen yang diungkap secara eksklusif kepada The Independent. Jumlah korban tewas jauh lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya.

Warga kota yang terkepung tewas oleh pasukan darat Irak yang berusaha untuk mengusir pasukan ISIS/IS, selain serangan udara dan juga darat ISIS/IS, menurut dinas intelijen Kurdi.

Hoshyar Zebari, menteri senior di Baghdad, mengatakan kepada The Independent bahwa banyak mayat masih terkubur di bawah reruntuhan. “Tingkat penderitaan manusia sangat besar,” katanya.