Duniaekspress.com (10/7/2019)- Human Rights Watch mengatakan bahwa penahanan Ola Al-Qaradawi adalah pelanggaran hukum dan kelompok pemantau Hak Asasi ini menyerukan pemeritah mesir dengan segera membebaskannya.

Ola ditangkap pada Juni 2017 bersama suaminya Hosam Khalaf dan dituduh sebagai anggota Ikhwanul Muslimin. Ola ditahan di sel isolasi di penahanan pra-persidangan selama dua tahun sebelum seorang hakim memerintahkan agar dia dibebaskan pada 3 Juli dalam masa percobaan.

Di bawah hukum Mesir, para tahanan dapat ditahan di penahanan pra-sidang selama maksimal dua tahun, tetapi jika seorang hakim memerintahkan jaksa pembebasan mereka memiliki waktu 24 jam untuk mengajukan banding atas putusan itu.

Baca Juga:

BRUTAL, INILAH KEJAHATAN PERANG YANG DILAKUKAN PENJAJAH DI AFGHANISTAN

MUJAHID SURIAH SERBU POS TENTARA REZIM DI LATAKIA

Selama periode ini, seorang jaksa Keamanan Negara meninjau kasus Ola dan menuduhnya melakukan hubungannya di penjara untuk mendukung kelompok teroris dan mengirimnya kembali ke sel isolasi.

“Jaksa penuntut Mesir telah membuat pelecehan hukum, menciptakan tuduhan baru yang fantastis dari kegiatan teroris Al-Qaradawi di penjara, hanya untuk membuatnya dipenjara,” kata direktur Human Rights Watch Timur Tengah dan Afrika Utara, Sarah Leah Whitson, seperti yang dikutip Middle East Monitor, Rabu (10/7).

“Penahanan baru Ola, tampaknya tanpa alasan selain fakta bahwa dia adalah putri Yusuf Al-Qaradawi, menunjukkan bagaimana pemerintah Mesir tanpa malu-malu menggunakan sistem peradilan sebagai alat penindasan.” tambahnya.

Baca Juga:

SERANGAN MORTIR DI IRAK, PEMERINTAH: ISIS TERLIBAT

PEMUKIN YAHUDI LAKUKAN TUR PROVOKATIF DI AL-AQSHA

Penangkapan Ola dianggap sebagai bagian dari perjuangan geopolitik yang lebih luas antara Qatar, Ola adalah warga negara Qatar dan Mesir, yang bersama dengan Arab Saudi, UEA dan Bahrain telah memberlakukan blokade terhadap negara Teluk tersebut.

Salah satu tuntutan agar blokade dicabut adalah agar Qatar mengekstradisi Yusuf Al-Qaradawi, ayah Ola yang telah ditetapkan sebagai lawan rezim saat ini.

Ola dilarang menerima tamu dalam waktu dia dipenjara dan tidak mendapat perawatan medis. Menanggapi tuduhan baru, dia telah memulai mogok makan terbuka sampai dia dibebaskan tanpa syarat.