Duniaekspress.com (10/7/2019)- Aktivis oposisi Suriah dan kelompok pemantau perang mengatakan para mujahidin Suriah telah melancarkan serangan di pegunungan provinsi Latakia, menguasai serangkaian posisi tentara rezim Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan bentrokan sedang berlangsung di beberapa lokasi di Pegunungan Turkman. SOHR mengatakan pertempuran itu menewaskan sekitar 35 pada pihak rezim.

Sebelumnya, pejuang Hama menggagalkan serangan oleh pasukan rezim dan sekutu milisi pada hari Senin (8/7), dan menewaskan 30 tentara rezim di provinsi barat laut.

Baca Juga:

SERANGAN MORTIR DI IRAK, PEMERINTAH: ISIS TERLIBAT

PEMUKIN YAHUDI LAKUKAN TUR PROVOKASTIV DI AL-AQSHA

Abu Yasser al-Hamwi, komandan senior kelompok perlawanan Suriah, mengatakan oposisi Suriah telah menggagalkan serangan baru di medan perang Qassabiya, Tel Melh dan Kafr Houd. Lusinan militan rezim terbunuh dan terluka, tambahnya.

Idlib dan beberapa bagian dari Hama dan Latakia mendapat ancaman dari rezim dan sekutunya Rusia sejak akhir April, kendatipun kesepakatan gencatan senjata internasional telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia, (SNHR), yang memantau korban dan pengarahan berbagai lembaga PBB, mengatakan setidaknya 544 warga sipil telah tewas dan 2.117 orang telah terluka dalam ratusan serangan yang dilakukan oleh jet Rusia dan tentara rezim termasuk 130 anak-anak. .

PBB mengatakan 25 fasilitas kesehatan di wilayah itu telah terkena dampaknya.

Moskow mengatakan pasukannya dan tentara Suriah menangkis serangan teror oleh gerilyawan Al Qaeda yang menurut mereka menghantam daerah-daerah yang dikuasai pemerintah, dan menuduh “pemberontak” merusak perjanjian gencatan senjata yang disepakati tahun lalu antara Turki dan Rusia.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 560.000 orang dan jutaan orang terlantar sejak dimulai pada 2011 dengan penumpasan brutal terhadap protes anti-rezim.