Duniaekspress.com (11/7/2019)- Aktivis pemantau Hak Asasi Suriah mengatakan, faksi pejuang Suriah pada hari Rabu (10/7) telah mengambil kendali atas sebuah kota dan puncak bukit strategisnya di provinsi Hama barat laut, yang menimbulkan kekalahan memalukan pada pasukan rezim dan sekutu milisi.

Para pejuang berhasil merebut kota al-Hamamiya di pedesaan utara Hama, diikuti penarikan milisi yang setia kepada pasukan Bashar al-Assad karena kalah dalam pertempuran hebat dengan para pejuang.

Lebih lanjut aktivis pemantau HAM di Suriah mengatakan, faksi-faksi bersenjata telah mengadopsi taktik perang gerilya dan serangan mendadak terhadap pos-pos tentara di provinsi Hams yang memegang Dataran Ghab, sebuah deretan desa yang didominasi orang Alawit dan salah satu pasokan tenaga kerja utama untuk Assad.

Baca Juga:

HRW SEBUT PENAHANAN OLA AL-QARADAWI MELANGGAR HUKUM

MUJAHID SURIAH SERBU POS TENTARA REZIM DI LATAKIA

Sebelumnya, aktivis oposisi Suriah dan kelompok pemantau perang mengatakan para mujahidin Suriah telah melancarkan serangan di pegunungan provinsi Latakia, menguasai serangkaian posisi tentara rezim Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan bentrokan sedang berlangsung di beberapa lokasi di Pegunungan Turkman. SOHR mengatakan pertempuran itu menewaskan sekitar 35 pada pihak rezim.

Selain itu para pejuang Suriah juga telah menggagalkan beberapa serangan yang dilakukan rezim Suriah yang dibantu sekutu utamanya di Provinsi Hama.

Abu Yasser al-Hamwi, komandan senior kelompok perlawanan Suriah, mengatakan oposisi Suriah telah menggagalkan serangan baru di medan perang Qassabiya, Tel Melh dan Kafr Houd. Lusinan militan rezim terbunuh dan terluka, tambahnya.

Baca Juga:

YAMAN KECAM KIRIMAN SENJATA DARI REZIM SYI’AH IRAN KEPADA SYI’AH HOUTHI

BRUTAL, INILAH KEJAHATAN PERANG YANG DILAKUKAN PENJAJAH DI AFGHANISTAN

Idlib dan beberapa bagian dari Hama dan Latakia mendapat ancaman dari rezim dan sekutunya Rusia sejak akhir April, kendatipun kesepakatan gencatan senjata internasional telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia, (SNHR), yang memantau korban dan pengarahan berbagai lembaga PBB, mengatakan setidaknya 544 warga sipil telah tewas dan 2.117 orang telah terluka dalam ratusan serangan yang dilakukan oleh jet Rusia dan tentara rezim termasuk 130 anak-anak. .

PBB mengatakan 25 fasilitas kesehatan di wilayah itu telah terkena dampaknya.