Duniaekspress.com (14/7/2019)- Tim penyelamat dan aktivis kemanusiaan Suriah mengatakan 11 warga sipil, dan anak-anak telah tewas dalam serangan udara rezim Suriah dan Rusia diwilayah basis terakhir para pejuang kemerdekaan Suriah.

Kelompok penyelamat yang dikenal dengan julukan “White Helmets” mengatakan serangan udara di desa Kfarya pada Sabtu (13/7) telah menewaskan seorang ibu, bayinya dan seorang lelaki lainnya, sementara 11 orang lainnya terluka, termasuk salah satu sukarelawan mereka.

Baca Juga:

DITEMBAK DIBAGIAN KEPALA, BOCAH PALESTINA KRITIS

Sementara itu tim Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan serangan udara lainnya di kota Khan Sheikhoun menghantam sebuah pertanian, menewaskan dua keluarga, empat anak dan empat orang tua. Tim pemantau mengatakan, pesawat Rusia diduga meluncurkan serangan tersebut.

“Lebih dari 600 warga sipil telah tewas di Suriah barat laut sejak akhir bulan April,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Lonjakan kekerasan juga telah menyebabkan 330.000 orang meninggalkan rumah mereka sejak 1 Mei, kata PBB.

Baca Juga:

SYI’AH HIZBULLAT LIBANON PANGKAS MILISINYA YANG DIKIRIM KE FRONT SURIYAH

Wilayah Idlib yang lebih besar, rumah bagi sekitar tiga juta orang, sejak Januari telah dikelola oleh kelompok pejuang Hayat Tahrir al-Sham,

Daerah ini mencakup sebagian besar provinsi Idlib serta bagian-bagian tetangga Hama, Aleppo dan Latakia.

Konflik di Suriah telah menewaskan lebih dari 560.000 orang dan mengungsi 6,5 juta sejak revolusi meletus pada 2011 dengan penindasan brutal terhadap protes terhadap Bashar al-Assad. (ZamanWasl)