Duniaekspress.com (15/0/2019)- Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) yang juga dikenal dengan sebutan Thaliban, secara mengejutkan melakukan operasi militernya di distrik Musa Khail di provinsi Khost Afghanistan tenggara pada hari Ahad (14/7).

Operasi yang menargetkan beberapa target yang diantaranya, pusat distrik, markas polisi, agen intelijen dan 4 pos militer, menurut media resmi Imarah Islam Afghanitan (IIA) menyebabkan 28 personel polisi tewas dan 30 orang lainnya mengalami luka-luka.

Mujahidin Imarah Islam Afghanista menurut kabar yang dirilis al-emarah juga berhasil memukul mundur para bala bantuan yang datang untuk melawan serangan Mujahidin. Sekitar 27 lebih personil militer rezim boneka Afghanista tewas.

Baca Juga:

OKI AKAN GELAR PERTEMUAN BAHAS PELANGGARAN ISRAEL

PENOLAKAN TERHADAP RUU P-KS MENGGEMA DI CFD

Sementara itu, seorang pejuang Mujahid Imarah Islam Afghanistan dilaporkan mendapat nikmat syahid dan 4 pejuang lainnya mengalami luka-luka dalam operasi tersebu.

Dalam laporan lain dari Khost, Mujahidin melibatkan milisi lokal di distrik Ismael Khel di provinsi Khost, tetapi tidak ada informasi mengenai jumlah korban musuh.

Selain itu, Mujahidin menyerang unit intelijen di distrik Alishir provinsi Khost tadi malam, tetapi belum jelas apakah ada orang yang terbunuh atau terluka.

Baca Juga:

PBB : IMARAH ISLAM AFGHANISTAN (TALIBAN) “RUMAH BESAR” BAGI PARA JIHADIS DUNIA

DEMONSTRAN AL-JAZAIR BAKAR DIRI DALAM PROTES “DEMOKRASI DAN KEBEBASAN”

sebelumnya, juru bicara Biro Politik Taliban Suhail Shaheen di kantor perwakilan di Qatar menyampaikan bahwa perang di Afghanistan akan berakhir, dan pejuang-pejuang mujahidin Thaliban akan bergabung ke dalam unit-unit militer Afghan apabila kedua pihak yang tengah bernegosiasi saat ini sepakat dengan penarikan pasukan asing dari Afghanistan.

Imarah Islam berkeyakina faktor utama perang di Aghanistan adalah adanya pasukan Asing di Aghanistan. Menurut Suhail yang menjadi kunci perdamaian di Afghansitan adalah ditarinya pasukan asing dari Afghanistan.

“Jika penjajahan bisa diakhiri, seluruh pasukan asing ditarik keluar dari Afghanistan, dan terbentuk pemerintahan Islam yang inklusif oleh bangsa Afghan, saya kira sudah tidak perlu lagi ada operasi militer maupun perang. Sehingga, perdamaian abadi bisa terwujud di seluruh negeri, semua anggota militer dan rakyat (pejuang-pejuang) kami, mereka bisa bergabung dengan tentara nasional,” kata Shaheen.