4 Pejabat Militer Myanmar dikenakan sanksi perjalanan oleh AS atas kejahatan mereka terhadap Muslim Rohingya

Duniaekspress.com. (17/7/2019). – Washington – Amerika Serikat (AS) pada Selasa mengumumkan telah memberlakukan sanksi perjalanan pada empat pejabat militer Myanmar atas peran mereka dalam pembersihan etnis minoritas Muslim Rohingya di negara itu.

Sanksi tersebut dijatuhkan kepada Panglima Min Aung Hlaing, Wakil Panglima Tertinggi Soe Win, Brigadir Jenderal Than Oo dan Brigadir Jenderal Aung Aung.

Keempat individu dan keluarga dekat mereka dilarang bepergian ke Amerika Serikat.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuduh para pejabat militer melakukan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia, termasuk dalam pembunuhan di luar hukum di negara bagian Rakhine selama genosida Rohingya.

“Kami khawatir bahwa pemerintah Myanmar tidak mengambil tindakan untuk meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia,” kata Pompeo.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok yang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan yang terus meningkat sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan kekerasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017. (RR).

Sumber : AA

Baca juga, MYANMAR TUDUH BANGLADESH CUCI OTAK PENGUNGSI ROHINGYA