Duniaekspress.com (19/7/2019)- Balas atas penyerangan yang menewaskan seorang diplomatnya, Turki pada hari Kamis (18/7) melancarkan serangan udara ke wilayah Kurdi di Irak utara.

Wakil konsul Turki untuk wilayah semi-otonomi Kurdi Irak ditembak mati pada hari Rabu (17/7) di ibukota setempat, Erbil. Sumber kepolisian Irak mengkonfirmasi dua orang lainnya juga tewas dalam aksi serangan kelompok bersenjata tersebut.

Berita Terkait:

SERANGAN PRIA BERSENJATA DI IRAK TEWASKAN DIPLOMAT TURKI

Tidak ada klaim tanggung jawab atas penembakan itu, tetapi banyak ahli Irak telah menunjukkan kemungkinan bahwa Partai Pekerja Kurdistan (PKK) separatis Turki, yang dianggap Ankara sebagai kelompok “teroris”, berada di balik serangan itu.

“Menyusul serangan jahat di Erbil, kami telah meluncurkan operasi udara paling komprehensif di Qandil dan memberikan pukulan berat kepada organisasi teror (PKK),” kata Menteri Pertahanan Turki yang dikutip Al Jazeera Jum’at (19/7/2019).

“Target seperti “posisi persenjataan, penginapan, tempat berlindung dan gua milik teroris” dihancurkan,” tambahnya.

“Pertarungan kita melawan teror akan berlanjut dengan meningkatnya tekad sampai teroris terakhir dipadamkan dan darah para martir kita akan dibalaskan,” tegasnya.

Baca Juga:

PIMPINAN UMUM TANZHIM AL-QAIDAH BERLEPAS DIRI DARI JAMA’AH DAULAH ISIS

ISIS BERTANGGUNG JAWAB ATAS BOM BUNUH DIRI DAN PEMENGGALAN DI SINAI

Partai Demokrat Kurdistan (KDP), yang sekarang memimpin pemerintah daerah, menikmati hubungan politik dan perdagangan yang baik dengan Turki.

Tetapi Turki telah melakukan kampanye ofensif dan pemboman darat sejak Mei di wilayah utara pegunungan untuk membasmi PKK yang telah melancarkan pemberontakan bersenjata terhadap negara Turki sejak 1984.

Awal bulan ini, PKK mengumumkan bahwa salah satu serangan itu membunuh pemimpin senior PKK Diyar Gharib Mohammed bersama dengan dua pejuang lainnya.

Seorang juru bicara cabang bersenjata PKK membantah kelompok itu terlibat dalam penembakan mematikan pada hari Rabu.