Sebuah bom bunuh diri menewaskan sedikitnya dua orang di wilayah Sinai Utara Mesir, serangan bom tersebut berselang satu hari setelah peristiwa pemenggalan 4 warga sipil di wilayah yang sama

Duniaekspress.com (18/7/2019)- Sebuah bom bunuh diri menewaskan sedikitnya dua orang di wilayah Sinai Utara Mesir pada hari Kamis (18/7), ledakan bunuh diri tersebut terjadi sehari setelah empat mayat tanpa kepala ditemukan di wilayah yang sama.

Menurut pihak keamanan dan medis Mesir yang dilansir  Reuters, para korban pemboman itu adalah warga sipil dan anggota pasukan keamanan.

Seorang juru bicara militer Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan keamanan membunuh pembom itu sebelum ia mencapai pos pemeriksaan, yang merupakan sasaran yang dituju. Juru bicara itu juga mengkonfirmasi bahwa seorang anggota angkatan bersenjata tewas setelah sabuk peledak bom meledak.

Gerilyawan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu melalui media resmi mereka Amaq, dengan mengatakan lima anggota pasukan keamanan terbunuh atau terluka.

“Pemboman hari Kamis terjadi di sebuah tempat parkir di kota Sheikh Zuweid, dekat perbatasan dengan Jalur Gaza,” kata pihak kemanan dan petugas medis.

Baca Juga:

SEORANG PEMUDA PALESTINA JADI KORBAN TABRAK LARI DI AL-QUDS

MUJAHID IIA SERANG MARKAS POLISI DI SELATAN KANDAHAR

Secara terpisah, dua sumber keamanan mengatakan empat mayat tanpa kepala ditemukan di jalan kosong di kota Bir al-Abd, Sinai Utara, pada hari Rabu (17/7). Keluarga mereka melaporkan bahwa keempat lelaki yang berusia 23 hingga 51 tahun, sebelumnya telah dilaporkan hilang.

Saksi di lapangan mengatakan bahwa gerilyawan menghentikan beberapa mobil sebelum membawa lima orang pergi dan memaksa mereka untuk berbaring di tanah. Mereka membunuh empat dan menahan seorang lainnya.

ISIS juga mengklaim bertanggung jawab atas pemenggalan kepalanya melalui Amaq, dengan mengatakan keempatnya adalah mata-mata bagi militer Mesir. Sebuah sumber keamanan mengatakan bahwa dinas keamanan berusaha menemukan dan mengidentifikasi para pelakunya.

Militer Mesir, yang meluncurkan kampanyenya di Sinai setelah serangan jihadis pada November 2017 di sebuah masjid tempat ratusan jamaah meninggal, mengatakan ratusan gerilyawan tewas dalam kampanye itu.