Pimpinan Umum Tanzhim Al-Qaidah berlepas diri dari Jama’ah Daulah ISIS

Baca sebelumnya, APA KATA MEREKA TENTANG DAULAH ABU BAKAR AL-BAGHDADI (ISIS) ?

Duniaekspress.com. (19/7/2019). Tanzhim Al-Qaidah-Pimpinan umum- di bawah kepemimpinan Syaikh Dr. Aiman Azh-Zhawahiri Hafizhahullah, mengeluarkan pernyataan :

Jama’ah Al-Qaidah mengumumkan bahwa ia tidak memiliki hubungan dengan jama’ah Daulah islam Iraq dan Syam (ISIS), tidak diberi kabar akan pembentukannya, tidak diminta konsultasi dan pendapat akan hal itu, tidak pula meridhoinya, bahkan memerintahkan untuk berhenti beramal dengannya (menggunakan jalan itu). Oleh karena itu, Ia (ISIS) bukanlah cabang dari jama’ah Al-Qaidah Al-Jihad, tidak ada ikatan tanzhim dengannya, serta tidak bertanggung jawab atas semua tindakan-tindakannya.

Gambar terkait

Syaikh Aiman azh-Zhawahiri bersama Syaikh Osama bin laden

Sebab-sebab terpisahnya Jama’ah Abu Bakar al-baghdadi (ISIS/IS) dari Al-Qaidah

Syaikh Dr. Aiman Azh-Zhawahiri pernah ditanya : Akhir-akhir ini telah dikeluarkan pernyataan dari pimpinan umum yang di dalamnya ditekankan bahwa  Al-Qaidah tidak memiliki hubungan dengan jama’ah Daulah ISIS, Apa saja pertimbangan-pertimbangan dari pernyataan tersebut ?

Beliau menjawab :

“Pertimbangan dari pernyataan tersebut bisa dibagi menjadi dua :

Pertama ; Perbedaan antara dua manhaj. Manhaj kami adalah fokus kepada Hubal abad ini, yaitu Amerika dan sekutu-sekutunya, dari kaum salibis dan zionis serta antek-antek pengkhianat, memobilisasi dan mendorong ummat untuk berjihad melawan mereka dengan menjauhi pertempuran-pertempuran terhadap selain mereka. Manhaj kami adalah berhati-hati dalam menumpahkan darah dengan menjauhi amaliat (aksi) yang di dalamnya akan menumpahkan darah tanpa hak (yang tidak dibernarkan) seperti di pasar-pasar, masjid-masjid, dan distrik-distrik penduduk, bahkan diantara kelompok-kelompok Mujahidin.

Terkait hal itu sudah banyak pernyataan yang dikeluarkan oleh Syaikh Usamah, Syaikh Mushthafa Abu Yazid, Syaikh Athiyyah, Syaikh Abu Yahya –Semoga Allah merahmati mereka semua- Sebagaimana juga selalu saya tekankan permasalahan ini. Maka dari itu kami juga mengeluarkan dokumen yang berjudul (Taujihat l-‘Ammah li-Al-‘Amal Al-Jihad) atau dengan kata lain “ Intruksi Umum Operasi Jihad”, setelah kami mengirimkannya kepada semua Ikhwah untuk di Musyawarahkan. Dan diantara alasan kami mengeluarkan dokumen tersebut adalah kekhawatiran atas apa yang akan terjadi seperti sekarang ini. Harapannya, semua pihak sekarang mengetahui, setelah merasakan hangatnya api fitnah ini. Bahaya apa saja yang dahulu diupayakan untuk dicegah melalui dokumen tersebut.

Termasuk manhaj kami juga, ialah berupaya untuk mengumpulkan dan menyatukan ummat di bawah satu kalimt tauhid dan beramal untuk mengembalikan khilafah Rasyidah yang didirikan berdasarkan syura dan ridho dari kaum muslimin. Oleh sebab itu, kami menerbitkan dokumen (Nashratul Islam) untuk semua aktifis Islam supaya bersatu dalam satu kata. Karena itu, tidak mungkin kita dapat menyatukan ummat jika representasi kita adalah penguasa yang keras terhadap mereka, merampas hak-hak mereka, atau orang zalim dan pemaksa bagi mereka.

Kedua ; Tidak berpegang teguh dengan prinsip-prinsip ilmu jama’i

Contohnya mendeklarasikan Daulah ISIS tanpa meminta izin bahkan tanpa pemberitahuan, dimana telah ada instruksi dari pemimpin umum supaya tidak mengumumkan keberadaan Al-Qaidah secara terang-terangan di negeri Syam. Perkara ini sudah menjadi kesepakatan bahkan dengan para ikhwah kita di Irak. Kami terkejut dengan adanya deklarasi tersebut yang mana hal tersebut memberikan kesempatan bagi pemerintah Suriyah dan Amerika, yang sebelumnya telah mereka angan-angankan. Kemudian deklarasi tersebut juga menjadikan penduduk Syam bertanya-tanya : Kenapa Al-Qaidah ini membawa bencana kepada kita ? Tidakkah cukup kita menghadapi Basyar ? Apakah mereka mau mendatngkan bencana Amerika kepada kita juga ?

Contoh lainnya ialah Abu bakar al-Baghdadi (ISIS) tidak berkomitmen dengan keputusan-keputusan qiyadah (Pimpinan) dalam pembagian kekuasaan atau dalam penghentian peperangan yang menimbulkan fitnah. Diantara alasan terpenting dikeluarkannya keputusan (Tidak mengumumkan eksistensi Al-qaidah secara terang-terangan di Syam), yang sudah dikenal dalam persoalan Syam, ialah kekhawtiran kita akan (timbulnya) fitnah berdarah yang akan merengut ribuan nyawa Mujahidin hri ini. Barangkali semua orang faham bahwa jika semuanya berkomitmen dengan keputusannya tersebut niscya ribuan darah tidak tertumpah dan segala kesungguhan dicurahkan untuk memerangi musuh-musuh kaum muslimin, bukannya malah memerangi kaum muslimin.”

Bersambung

 

Baca juga, SURAT PENTING SYAIKH AIMAN AZ-ZHAWAHIRI KEPADA SYAIKH ABU MUS’AB AZ-ZARQOWI