Duniaekspress.com (22/7/2019)- Tim rescue dan pemantau perangan mengatakan, serangan udara rezim Suriah pada hari Ahad (21/7) telah menewaskan sedikitnya 11 warga sipil di Suriah barat laut.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan bahwa serangan udara pemerintah Suriah menewaskan enam orang, termasuk seorang anak, di desa Urum al-Jawz di provinsi Idlib barat sementara empat lainnya, termasuk dua anak tewas dalam penggerebekan di Kfarouma di selatan provinsi.

“Serangan udara Rusia menewaskan seorang relawan pertahanan sipil sekaligus seorang jurnalis yang diidentifikasi sebagai Anas al-Dyab di kota Khan Sheikhoun,” kata SOHR seperti yang kutip Al Jazeera, Ahad (21/7/2019).

Baca Juga:

BELANDA TERLIBAT DALAM PEMBANTAIAN MUSLIM BOSNIA

AMERIKA TERUS LAKUKAN KEBIADABANNYA DI AFGHANISTAN

Seorang wartawan kantor berita AFP mengabarkan, para sahabat dan keluarga berkumpul untuk mengucapkan selamat tinggal pada Dyab, yang ubuhnya telah terbungkus kain putih.

Ibu dan ayahnya, sesama jurnalis, dan petugas penyelamat menghadiri pemakamannya di kota Idlib, karena pemboman yang terus-menerus mencegahnya untuk dibaringkan di kota kelahirannya, Khan Sheikhun,

Pemerintah Presiden Bashar al-Assad dan Rusia telah meningkatkan pemboman mematikan mereka di Idlib sejak akhir April, meskipun ada kesepakatan zona penyangga yang dispakati pada bulan September untuk melindungi wilayah yang dihuni sekitar tiga juta orang dari serangan militer besar-besaran.

SOHR mengatakan kematian hari Minggu meningkatkan jumlah warga sipil yang terbunuh oleh pemerintah Suriah atau pemboman Rusia di barat laut menjadi 682 sejak serangan dimulai.