Duniaekspress.com (22/7/2019)- Meskipun ada aksi protes dari warga Palestina dan kritikan dunia Internasional, buldoser Israel yang disertai ratusan tentara dan polisi bergerak ke desa Palestina, Sur Baher pada hari ini Senin (22/7) untuk menghancurkan sekitar 100 rumah Palestina di daerah Wadi al-Hummus dekat dengan tembok pemisah.

Militer Israel beralasan rumah-rumah Palestina dekat dengan tembok penghalang di Tepi Barat yang secara lokal disebut oleh Palestina sebagai “tembok apartheid” tersebut sebagai langkah pengamanan.

Baca Juga:

PCHR: ISRAEL LAKUKAN PENANGKAPAN BESAR-BESARAN DI YERUSALEM

SERANGAN UDARA REZIM SURIAH TEWASKAN 11 WARGA SIPIL

Mahkamah Agung Israel pada bulan lalu memutuskan mendukung militer Israel dan menetapkan Senin ini sebagai batas waktu untuk menghancurkan rumah-rumah, sebuah tindakan yang menurut warga Palestina akan menjadi preseden bagi kota-kota lain di sepanjang rute penghalang, yang membentang ratusan kilometer di sekitar dan melalui Tepi Barat yang diduduki Israel.

Palestina menuduh Israel menggunakan keamanan sebagai alasan untuk memaksa mereka keluar dari wilayah itu sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk memperluas permukiman. Semua pemukiman di tanah Palestina yang diduduki adalah ilegal berdasarkan hukum internasional.

Mereka juga menunjukkan bahwa sebagian besar bangunan di daerah Wadi al-Hummus, yang terletak di dalam Sur Baher, berada di bawah Otoritas Palestina dan kontrol sipil berdasarkan perjanjian Oslo 1993.

Selain penggusuran secara paksa yang dilakukan militer Israel di Tepi Barat, militer Israel juga telah melakukan aksi penangkapan yang brutal. Pusat Studi Tahanan Palestina (PCHR) telah mencatat telah terjadi peningkatan luar biasa dalam jumlah penangkapan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem sejak awal tahun ini, PCHR memantau lebih dari 900 kasus penangkapan di sekitar Kota Suci.

Riyad Al-Ashqar juru bicara PCHR, mengatakan bahwa penangkapan yang hanya terjadi di Yerusalem merupakan sepertiga dari total penangkapan di seluruh wilayah Palestina yang diduduki selama paruh pertama tahun ini.

Totalnya berjumlah 2.600 kasus penahanan, menunjukkan target yang jelas dari orang-orang Yerusalem untuk mencegah mereka melindungi situs-situs suci dan mempertahankan Masjid Al-Aqsa.