Bentrokan pecah antara pasukan Penjajah Israel dan warga Palestina, akibat dari diperketannya pintu masuk menuju Al-Aqsha.

Duniaekspress.com (23/7/2019)- Puluhan warga Palestina mengalami luka-luka termasuk seorang petugas medis, ketika bentrokan pecah antara pasukan penjajah Israel dan warga Palestina di kota Isawiyah, al-Quds terjajah.

Seperti yang dikutip PIP, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan, pasukan penjajah Israel menganiaya petugas medis, dan melarang mereka membawa korban luka-luka ke rumah sakit, sementara seorang petugas medis mengalami luka-luka di bagian perut akibat tembakan peluru karet.

Menurut kantor berita Wafa, pasukan penjajah Israel menganiaya dan memukuli serta menembakan gas cabe ke sejumlah warga yang melukai seorang pemuda, Ala Ashmat Abid (32) dan saudaranya Romi (30) kemudian menangkapnya.

Baca Juga:

SERANG SEBUAH PASAR, 20 WARGA SIPIL SURIAH TEWAS

ALASAN KEAMANAN, ISRAEL HANCURKAN 100 RUMAH PALESTINA

Sebelumnya, aparat khusus kepolisian Israel menahan aktifis perempuan di kota al-Quds, Ayidah Shaidawi, dan membebaskannya dengan catatan harus menghadap para penyidik di hari berikutnya.

Pasukan kepolisian Israel memperketat prosedur keamanan di kawasan sekita Babur Rahmah di komplek Masjidil Aqsha. Menurut kepala departemen wakaf Islam, syekh Azam al-Khatib, kaum muslimin menunaikan shalat Isya di Masjidil Aqsha, dan di mushola Babur Rahmah, meski prosedur keamanan sangat ketat.

Sementara pasukan Israel menyerbu kawasan mushola Babur Rahmah dan mengeluarkan semua perlengkapan penitipan sepatu dan barang-barang lainnya.

Baca Juga:

PCHR: ISRAEL LAKUKAN PENANGKAPAN BESAR-BESARAN DI YERUSALEM

SALAH TARGET, SERANGAN PASUKAN AFGHANISTAN TEWASKAN WARGA SIPIL

Sebelumnya diberitakan, Pusat Studi Tahanan Palestina (PCHR) mengatakan bahwa telah terjadi peningkatan luar biasa dalam jumlah penangkapan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem sejak awal tahun ini, PCHR memantau lebih dari 900 kasus penangkapan di sekitar Kota Suci.

Riyad Al-Ashqar juru bicara PCHR, mengatakan bahwa penangkapan yang hanya terjadi di Yerusalem merupakan sepertiga dari total penangkapan di seluruh wilayah Palestina yang diduduki selama paruh pertama tahun ini.

Totalnya berjumlah 2.600 kasus penahanan, menunjukkan target yang jelas dari orang-orang Yerusalem untuk mencegah mereka melindungi situs-situs suci dan mempertahankan Masjid Al-Aqsa.