Duniaekspress.com (23/7/2019)- Serangan udara rezim Suriah di pasar yang sedang dalam kondisi ramai dan di lingkungan perumahan menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai puluhan orang lainnya pada hari Senin (22/7).

Serangan pasar, yang dilaporkan dilakukan oleh jet Suriah atau Rusia, menargetkan kota Maaret al-Numan di provinsi Idlib selatan yang dikontrol oleh pejuang oposisi.

Aktivis mengatakan asap hitam mengepul di pusat kota dan warga di jalan meminta bantuan.

“Mayat-mayat tergeletak di jalan-jalan. Semoga Tuhan membalas [Presiden Rusia Vladimir] Putin dan [Presiden Suriah Bashar al-Assad] atas kejahatan mereka,” Abdul Rahman al-Yasser, penyelamat dari tim pertahanan sipil Idlib.

Baca Juga:

PESAWAT SURIAH SERANG SEBUAH PASAR DI IDLIB

Pekan lalu sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka pada hari Selasa (16/7) dalam serangan udara yang diyakini dilakukan oleh angkatan udara Suriah di pasar populer di sebuah desa di Suriah barat laut yang dikuasai oposisi.

Penduduk dan penyelamat mengatakan bom dijatuhkan dengan pesawat di desa Maar Shoreen di provinsi selatan Idlib, aktivis kemanusiaan mengatakan jet tentara Suriah meninggalkan jejak kematian dan kehancuran dan melukai sejumlah orang di jalan utama pasar desa.

Video-video yang dirilis di media sosial oleh para aktivis konon menunjukkan rekaman mayat-mayat hangus yang tergeletak di jalan-jalan bersama orang-orang terbakar dengan parah dibawa oleh para penyelamat.

“Ratusan warga sipil telah tewas sejak serangan yang dipimpin Rusia pada benteng pejuang terakhir di Suriah barat laut, dimulai hampir dua bulan lalu”, kata kelompok-kelompok hak asasi dan penyelamat.

Baca Juga:

SALAH TARGET, SERANGAN PASUKAN AFGHANISTAN TEWASKAN WARGA SIPIL

Wilayah itu telah menyaksikan serangan udara dan pemboman intensif setiap hari ketika pasukan Suriah, yang didukung yang disokong pasukan udara Rusia, mencoba mendorong jalan mereka ke daerah kantong dekat perbatasan Turki.

Sejak militer Suriah meluncurkan ofensif Idlib pada akhir April, lebih dari 2.000 orang telah tewas dan ratusan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.