Duniaekspress.com (22/7/2019)- Pasukan pemerintah Afghanistan secara keliru menewaskan tujuh warga sipil, termasuk anak-anak, dalam serangan yang sedianya ditujukan kepada gerilyawan di selatan ibukota.

Pasukan Afghanistan yang dibeking NATO, telah menghadapi serangan dari pejuang Thaliban di sebagian besar negara itu dan telah menanggapi dengan serangan udara yang ditujukan untuk membunuh para pemimpin pejuang Thaliban, bahkan ketika perwakilan AS dan Afghanistan telah bernegosiasi dengan para militan di Qatar.

“Tujuh warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, tewas di provinsi Logar, di selatan Kabul, pada Minggu malam,” kata Hasib Stanekzai, anggota dewan provinsi Logar, seperti yang dikutip reuters (22/7).

“Enam orang terluka,” tambahnya.

Baca Juga:

ALASAN KEAMANAN, ISRAEL HANCURKAN 100 RUMAH PALESTINA

PCHR: ISRAEL LAKUKAN PENANGKAPAN BESAR-BESARAN DI YERUSALEM

Kepolisi provinsi membenarkan serangan terhadap gerilyawan Thaliban oleh pasukan pemerintah tetapi mengatakan mereka sedang menyelidiki jumlah korban korban.

“Menurut informasi awal kami, sejumlah gerilyawan tewas atau terluka, tetapi warga setempat berkumpul di daerah itu, mengklaim bahwa sebuah rumah milik keluarga Kuchi telah dibom, yang menyebabkan korban sipil,” kata Shahpor Ahmadzai, juru bicara kepolisian Logar.

Kuchi adalah penggembala nomaden, tetapi beberapa dari mereka sekarang tinggal di pemukiman permanen.

Ahmadzai mengatakan polisi sedang menyelidiki, ia juga mengatakan pasukan asing terlibat dalam serangan terhadap militan. Sampai berita ini diturunkan, belum ada pihak dari NATO untuk mengkonfirmasi atau menyangkal keterlibatan mereka dalam operasi tersebut.