Duniaekspress.com (23/7/2019)- Kelompok gerilyawan ISIS yang telah porak poranda kembali mengklaim sebagai dalang di balik aksi serangan bom mobil yang menewaskan warga sipil di ibu kota Suriah, Damaskus, pada hari Senin (22/7).

AFP melaporkan bahwa ISIS merilis klaim tersebut tak lama setelah bom meledak di daerah Qadam dan menewaskan satu warga sipil.

“Satu warga sipil tewas ketika bom IED yang ditanam di dalam mobil meledak,” demikian laporan kantor berita Suriah, SANA.

Baca Juga:

BENTROKKAN PECAH DI AL-QUDS, PULUHAN WARGA PALESTINA LUKA-LUKA

SERANG SEBUAH PASAR, 20 WARGA SIPIL SURIAH TEWAS

Lembaga pemantau Syrian Observatory for Human Rights menyatakan bahwa serangan itu sebenarnya menargetkan seorang pejabat senior Pasukan Pertahanan Nasional, salah satu milisi pro-rezim di Suriah.

Pejabat itu dilaporkan tidak menjadi korban. Namun, sopir pejabat tersebut tewas akibat insiden tersebut.

Ini bukan bom pertama di ibu kota Suriah selama beberapa bulan belakangan. Namun, bom ini merupakan serangan pertama yang diklaim oleh ISIS setelah kelompok militan itu didepak dari ibu kota pada Mei 2018 lalu.

ISIS memang dilaporkan mulai kehilangan cengkeramannya di Suriah setelah gempuran besar-besaran pasukan rezim Bashar Al-Assad dan Rusia, juga koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Pada Maret lalu, pasukan Kurdi yang didukung AS juga melaporkan bahwa mereka berhasil mengusir ISIS dari benteng pertahanan terakhir kelompok militan itu di timur Suriah.

Kini, jumlah serangan di Suriah secara umum pun dilaporkan berangsur turun, hingga hampir mencapai titik paling rendah sejak perang pecah pada 2011 lalu.

Selama perang berkecamuk di Suriah, lebih dari 370 ribu orang tewas dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi.