Duniaekspress.com (24/7/2019)- Setelah kematian Mohamed Morsi, mantan presiden yang terpilih secara demokratis yang digulingkan, kini tahanan politik Mesir Omar Adel meninggal di Penjara Tora Mesir pada hari Senin (22/7) pada usia 29.

Keluarganya mencoba mengunjunginya pada hari Sabtu tetapi tak mendapatkan izin, setelah diberi tahu bahwa Omar ditahan di sel isolasi sebagai hukuman setelah mereka menemukannya ia memiliki sebuah ponsel.

Baca Juga:

HANIYEH BEBERKAN 6 PRIORITAS GERAKAN HAMAS

267 PERSONIL PERTAHANAN SIPIL TEWAS SEJAK 2012

Sejak kematian mantan Presiden Mohamed Morsi pada 17 Juni, para tahanan menjadi sasaran pengetatan tindakan hukuman, termasuk larangan kunjungan keluarga. Pekan lalu harga izin khusus untuk mengunjungi tahanan naik 500 persen.

Keadaan kematian Omar tidak diketahui dia tidak memiliki kondisi kesehatan sebelumnya dan laporan forensik mengatakan bahwa penyebab kematiannya adalah kejang otot jantungnya.

Omar ditangkap pada 2014 dan dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara karena diduga bergabung dengan organisasi terlarang dan membakar pos pemeriksaan polisi.

Ikhwanul Muslimin dicap sebagai organisasi teroris pada 2013 dan kebanyakan orang yang ditahan di Mesir dituduh menjadi anggota kelompok itu.

Kilani Hassan, yang ditahan di Penjara Minya dengan hukuman seumur hidup, juga meninggal kemarin karena kelalaian medis dan kondisi penjara yang buruk.

Kematian Morsi memicu kemarahan internasional setelah ia ditolak perawatan medis selama enam tahun ia dipenjara. Keluarganya hanya diizinkan mengunjunginya tiga kali selama masa hukumannya.

Organisasi HAM memperingatkan bahwa kegagalan untuk meminta pertanggungjawaban pihak berwenang akan memberi mereka lisensi untuk terus menyalahgunakan tahanan.

Sebuah laporan oleh El-Nadeem NGO yang berbasis di Kairo merinci 283 kasus penyiksaan individu, 30 kematian dalam tahanan dan 111 orang yang telah mengalami kelalaian medis pada paruh pertama tahun 2019.